
batampos.co.id – Tiga orang nelayan asal Moro, Efendi alias Ifin, tekong serta dua kru lainnya yakni Azmain dan Irfan terombang ambing di laut selama tujuh jam.
Peristiwa ini terjadi pada pompong dengan mesin kapasitas 2 GT yang dikemudikan nelayan Moro tenggelam setelah dihantam tugboat di perairan Takong Hiu saat sedang memasang jaring di laut, Selasa (11/7) dini hari pukul 03.15 WIB.
”Ketiga nelayan ini saat kejadian sedang lego jangkar di tengah laut menunggu mengngkat jaring ikannya yang sebelumnya telah mereka pasang. Tekong, Efendi sudah tahu ada kapal tug boat bergandengan dengan tongkang yang berlayar mengarah ke arah kapal nelayan korban yang sedang menunggu pengangkatan jaring,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Irianto melalui Komandan Pos TNI AL Takong Iyu, Lettu Laut (P) Himawan Pratikno.
Ketika nelayan itu tidak menyangka kalau tugboat tersebut tetap berjalan menuju ke arahnya. Sehingga, korban langsung memtong tali jangkar dan mencoba menghidupkan mesin pompong. Karena jarang yang sudah terlalu dekat, sebelum mesin pompong nyala, tugbiat sudah menghantam badan pompong hingga pecah, terbalik dan akhirnya tenggelam.
”Ketiga nelayan tercebur ke laut. Kita mendapatkan informasi tadi siang (kemarin, red) bahwa ada nelayan yang terapung di laut karena pompong yang mereka kemudikan pecah dihantam tugboat. Kami langsung evakuasi ketiga nelayan tersebut dan kami bawa ke Pasir Panjang. Saat ini ketiga nelayan sedang mendapatkan perawatan di klinik Lanal Tanjungbalai Karimun,” paparnya.
Tekong pompong, Efendi menyebutkan, pada saat itu memang dia bersama dua orang rekannya sedang menunggu untuk mengangkat jaring yang sudah terpasang. ”Saya juga melihat dari jauh ada tugboat yang melintas. Hanya saja, tidak menyangka kalau tugboat tersebut tetap jalan mengarah ke kapal kita. Padahal, kapal kita sudah ada lampunya. Beruntung ada serpihan dari kapal kita yang pecah dapat dijadikan alat untuk mengapung,” paparnya. (san)
