Jumat, 3 April 2026

Parkir Pesawat Tempur, Lanud Butuh 10 Hektare Lahan

Berita Terkait

Kolonel PnB Wahyu Anggono. F.Slamet/Batam pos.

batampos.co.id – Pangkalan Udara (Lanud) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menegaskan keseriusan membangun landasan pesawat tempur di Kepulauan Riau (Kepri). Untuk pembangunan, Lanud RHF Tanjungpinang membutuhkan lahan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sekitar 6,5 hingga 10 hektare.

Danlanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Kolonel PnB Wahyu Anggono mengatakan, radar TNI AU selalu menangkap banyak pergerakan pesawat asing yang menyusup di ruang udara Kepri. Meski sama sekali tidak mengancam kedaulatan, segala bentuk ancaman di daerah perbatasan perlu diantisipasi.

Ia mengatakan, sampai dengan saat ini, apabila terdapat ancaman di ruang udara wilayah Kepri, Lanud RHF Tanjungpinang selalu berkoordinasi dengan markas landasan di Pontianak dan Pekanbaru. “Bila terdapat potensi ancaman di ruang udara Kepri, pesawat tempur di Pontianak dan Pekanbaru langsung diterbangkan ke Kepri. Lama penerbangan sekitar 24 menit,” kata Danlanud kepada Batam Pos, di Bintan, kemarin.

Ia menambahkan sebenarnya keberadaan landasan pesawat tempur di Kepri sudah sangat mendesak. Karena, Kepri adalah wilayah perbatasan yang langsung berkontak dengan negara asing. Hanya lahan untuk landasan perlu disiapkan. “Kebutuhan lahan untuk landasan pesawat tempur seluas 6,5 hingga 10 hektare. Dengan lahan segitu, akan dapat memakir 4 pesawat tempur jenis F-16,” sebutnya.

Karenanya, ia berharap Pemprov Kepri menghibahkan lahan untuk landasan pesawat tempur. Sehingga, potensi ancaman bisa diantisipasi dan gerakan pesawat asing yang menyusup di ruang udara Kepri bisa terpantau secara maksimal. (cr21)

Update