batampos.co.id – Rencana penambahan Unit Rawat Jiwa (URJ) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kepri, dipastikan segera terlaksana pada tahun ini. Hal tersebut dibuktikan dengan realisasi pembangunan yang sudah mulai berjalan, dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2017.
“Pembangunan tahap pertama sudah dimulai, dengan proses penataan lokasi yang terletak di belakang ruang rawat inap RSUD,” ujar Kasubag Umum Kepegawaian dan Humas RSUD Tanjunguban, Ahmad Nasib, Rabu (26/7).
Ia menjelaskan sesuai dengan rincian data pembangunan yang ada, rencananya proyek yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diajukan melalui Pemprov Kepri tersebut akan dibangun sebanyak dua lantai, dengan memiliki delapan unit fasilitas kamar yang bisa digunakan bagi penderita ganggunan jiwa.
“Nantinya untuk tahap pertama ini jumlah kamar pasien ada 4 unit di lantai atas dan 4 unit di lantai bawah, dengan satu dokter spesialis kejiwaan,” sebut Ahmad.
Ia menuturkan dengan ditambahnya URJ ini, tentunya merupakan langkah positif dalam mengembangkan sarana pengobatan bagi penderita gangguan jiwa yang ada di Tanjungpinang dan Bintan.
“Ini langkah bagus. Apalagi fasilitas kesehatan yang dimiliki untuk pengobatan gangguan jiwa terbilang sangat minim. Untuk itu, diharapkan bantuan untuk penyediaan seperti ini harus terus dikembangkan lagi,” tuturnya.
Ia menambahkan pihak RSUD Tanjunguban, juga sudah mengajukan permohonan lahan seluas lima hektare yang rencananya akan dibangun untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Ini dilakukan sebagai upaya untuk terus mengembangkan fasilitas pengobatan yang ada di Bintan.
“Semuanya bergantung dari hasilnya nanti. Termasuk dukungan dari Pemprov Kepri. Kalau permohonan lahan sudah disetujui, tinggal hanya menunggu kesiapan dari pemerintah untuk segera membangun rumah sakitnya langsung,” ungkap Ahmad. (cr20)
