
batampos.co.id – Walikota Batam, Rudi SE meminta kepada Menteri perhubungan untuk menutup aplikasi angkutan berbasis digital.Pernyataan itu Walikota sampaikan pada saat menemui pendemo, para supir taksi argo, yang hari ini, Rabu (2/8/2017) berdemo di kantor Walikota Batam.
“Saya sudah berkirim surat kepada Gubernur (Kepri, red) untuk diteruskan pada Menteri Perhubungan meminta agar aplikasi taksi online di batam di tutup,” ujar Rudi yang lalu disambut seruan girang para pendemo.
“Sebentar, ini belum selesai,” sela Rudi. “Saya tidak boleh melangkahi gubernur, saya tinggat dua, silakan tanya kepada Dishub Provinsi sampai dimana surat itu.”
Pengemudi taksi argo di Batam merasa resah dengan taksi online yang dianggap menganggu. Mereka minta aplikasi tersebut ditutup. Untuk mewujudkan mimpinya para supir tak lagi mangkal di tempat-tempat yang mereka biasa mangkal termasuk di bandara Hang Nadim.
General Manager Marketing Bandara Internasional Hang Nadim Batam Dendi Gustinandar, Selasa (1/8)mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai opsi, salah satunya meminta Damri menyediakan bus lebih selama tiga hari tersebut.
“Kami minta bantuan tambahan armada. Selain itu kami juga meminta BP Batam bantuan bus juga. Kami ingin memberikan pelayanan optimal, saat hal seperti ini,” kata Dendi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan persoalan angkutan umum dalam trayek sudah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) no 16 tahun 2017. Dimana angkutan online harus memiliki badan usaha, karena aplikasi tidak bisa bertindak untuk pengelolaan.
“Perusahaan online untuk angkutan umum harus memiliki badan usaha, tak bisa berpatok pada aplikasi saja,” terang Yusfa di Kantor DPRD Batam, Selasa (1/8). (ptt/she./ka)
