
batampos.co.id – Setelah seharian diguyuri hujan deras sejak Minggu
(13/8) kemarin, akses jalan menuju Kecamatan Bunguran Utara Natuna
digenangi setinggi satu meter lebih. Menyebabkan warga tidak bisa
melintas. Hingga pagi Senin, (15/8) jalan utama antar Kecamatan belum
bisa dilewati warga.
“Sudah dua hari ini jalan ke Kecamatan kami menuju Kelarik (Bunguran
Utara,red) banjit. Sepeda motor tak bisa nyebrang, itu jalannya sudah
seperti danau,” ujar Solihin, Senin (14/8).
Karena tidak bisa melintas, para pengendara terpaksa menunggu air surut hingga berjam-jam.
“Kalau di paksakan kendaraan kita bisa macet. Solusinya kami naikan
sepeda motor ke mobil. Tapi ada juga warga yang nekad melintas,” kata
Fatizon warga desa Kelarik.
Menurutnya, banjir di wilayah itu disebabkan buruknya sistem drainase
jalan lintas tersebut. Sehingga aliran pembuangan air tidak mampu
menampung tingginya curah hujan. Termasuk elevasi jalan sangat rendah.
“Banjirnya sudah berlangsung sejak Minggu kemarin sampai Senin pagi.
Pastinya kondisi ini sangat menganggu para pengguna kendaraan roda dua
yang akan bepergian ke kota Ranai dan sekitarnya,” ungkap Fatizon.
Terkait hal ini, Fatizon berharap pembangunan jalan aspal menuju desa
Kelarik dapat dilaksanakan secepatnya. Agar akses jalan darat ke Desa
Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara lebih lancar. Saat ini pekerjaan
pengaspalan sedang berlangsung. Tapi baru selesai di perbatasan
Kecamatan Bunguran Batubi.
“Kami berharap, semoga saja pembangunan jalan aspalnya tahun depan
terus dilanjutkan, dan gak ada lagi jalan banjir,” harapnya.(arn)
