
batampos.co.id – Dinas perhubungan Kota Batam menyebutkan bahwa titik parkir mandiri di Batam hanya 98 titik. Jumlah tersebut sangat jauh dari potensi yang ada di Batam. DPRD Kota Batam menyebut, jumlah tersebut sangat tidak masuk akal.
“Kalau sekarang ini ada 98 titik, tetapi untuk kedepannya mungkin akan bertambah,” kata kepala UPT Parkir Tongam.
Ia mengatakan titik parkir mandiri ini termasuk pertokoan, mini market dan pasar. Di mana tagihan uang parkirnya bervariasi tergantung letak dan tempatnya.
“Itu bervariasi semua. Saya lupa berapa pastinya, masing-masing titik,” katanya.
Sementara itu kepala dinas perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri tidak mau berkomentar mengenai masalah parkir di Batam. Ia mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah titik parkir mandiri di Batam.
“Yang teknis saya tidak tahu. Yang tahu itu kepala UPT parkir,” katanya.
Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan jumlah titik parkir mandiri bisa lebih dari 300 titik. Artinya data dari Dishub sangat tidak akurat.
“Alfamart sama Indomaret saja sudah lebih dari 100 unit. Belum lagi minimarket. Jadi kalau dibilang hanya 98 titik, itu tidak masuk akal,” katanya.
Menurutnya, sangat banyak potensi parkir yang hilang jika memang Dishub hanya menyebut ada 98 titik parkir. Dan ia berharap Yusfa bisa berbenah dan benar-benar bekerja.
“Turunlah ke lapangan, jangan hanya di kantor saja. Termasuk tongam yang harus lebih aktif. Buatlah data yang masuk akal,” katanya.
Ia juga berharap Yusfa benar-benar bisa menertibkan Parkir sehingga tidak bertentangan dengan Perda parkir sehingga PAD dari parkir bisa dimaksimalkan. Menurutnya target parkir lebih dari Rp 30 parkir harusnya bisa tercapai di tahun mendatang.
“Banyak potensi yang belum tergarap. Dan ini harus digarap sebaik mungkin. Jangan realisasi parkir di 2018 mendatang jauh dari target seperti di tahun ini,” katanya. (ian)
