batampos.co.id – Informasi tentang pergantian pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam beredar luas sepekan terakhir. Indikasi akan adanya perubahan diperkuat oleh pernyataan Deputi III BP Batam Eko Santoso Budianto dalam wawancara dengan Batam Pos, Selasa (10/10).
Eko yang membidangi masalah lahan, ketika ditanya soal rencana pemanfaatan lahan yang tidur di kawasan Batam Center, menjawab, “Itu terserah yang baru saja.”
Saat ditanya, apa yang dimaksud dengan ‘yang baru’, Eko mengatakan, “Kan Wali Kota ngomongnya begitu. Saya mendengarnya dari medsos. Ramai itu bakal terjadi pergantian. Mestinya Jumat kemarin, cuma diundur, mungkin bisa jadi besok, lusa. Makanya saya menunggu saja,” ungkapnya.
Meski diterpa isu pergantian, Eko mengatakan selama belum ada instruksi tertulis dari pemerintah pusat, ia tetap bekerja seperti biasa. “Pembenahan dalam hal prosedur dan sistem tetap kami lakukan sesuai program kerja,” ujarnya.
Persoalan lahan di Batam, kata Eko, sudah dipetakan semua. Sedangkan program pengembangan layanan perizinan dan alokasi lahan terus diperbaiki.
“Contohnya, Jumat lalu kami undang sepuluh developer dari REI Batam untuk memanfaatkan sistem LMS online sambil meminta masukan kira-kira apa saja yang harus disempurnakan,” ungkapnya.
Tujuan akhirnya, kata Eko, adalah bagaimana BP Batam bisa memberi layanan terkait izin-izin lahan dengan cepat, aman, dan tidak berbelit-belit kepada masyarakat. “Misalnya mau ngurus izin cukup dari smartphone saja,” paparnya.
Terkait informasi pergantian pimpinan BP Batam ini, anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK), Taba Iskandar, mengatakan anggota DK akan melakukan rapat terakhir yang membahas pemberhentian pimpinan BP saat ini dan juga membahas pelantikan pimpinan baru.
“Iya benar. Kami tinggal rapat sekali lagi mengenai pemberhentian pimpinan BP,” kata Taba, Selasa (10/10).

Foto Cecep Mulyana/Batam Pos
DK dan anggota Tim Teknis DK telah berulang kali melakukan rapat evaluasi untuk menilai kinerja pimpinan BP Batam, Hatanto Reksodipoetro dan jajarannya.
“Dan hasilnya mereka dianggap tidak mampu karena tidak melakukan arahan DK,” ungkapnya.
Untuk rapat pemberhentian ini, Taba mengatakan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengumpulkan sejumlah menteri yang tergabung dalam DK, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan beberapa pejabat terkait lain.
“Harus menunggu jadwal dari para menteri dulu. Setelah itu baru rapat dan kemudian baru pelantikan,” ungkapnya.
Namun, ia tidak bisa menyebutkan siapa Kepala BP Batam yang baru beserta jajarannya. Alasannya adalah karena yang menentukannya adalah Ketua DK Darmin Nasution.
“Nama pengganti masih rahasia, bahkan dirahasiakan dari anggota DK sendiri. Kita tunggu saja,” jelasnya.
Menurut Taba, isu selama ini yang mengatakan bahwa Ketua Tim Teknis DK, Lukita Dinarsyah Tuwo, akan menjadi Kepala BP Batam hanyalah rumor belaka.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pengusaha di Batam, jabatan kepala BP Batam dijabat oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo. Nama-nama lain yang disebut bakal dilantik adalah Satria Putra Pulungan sebagai
deputi perencanaan dan pengembangan, Yunus Zakaria sebagai deputi pengusahaan sarana lahan, Purba Robert Sianipar sebagai deputi sarana pengusahaan lainnya, dan Gani Lasya sebagai deputi administrasi dan pelayanan umum.
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk juga mengaku mendengar informasi akan ada pelantikan pimpinan BP Batam yang baru. Saat ini ia sedang berapa di Jakarta. “Insya Allah besok,” katanya singkat. (ian/leo)
