batampos.co.id – Sejumlah anggota keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepri Tanjunguban, mengeluhkan ruangan perawatan yang pengap karena mesin pendingin atau Air Conditioner (AC) rusak. Gara-gara itu, anggota keluarga pasien membawa kipas angin dari rumah.
Salah seorang anggota keluarga dari pasien, Jhon kepada Batam Pos, siang kemarin mengatakan, anaknya baru-baru ini diopname di lantai 3 nomor 8 rumah sakit pelat merah tersebut. Anaknya masuk menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan kelas I.
“Tapi, AC tidak hidup. Sudah kami komplain ke perawatnya agar dicarikan solusi, tetapi jawabannya tidak memuaskan. Ternyata setelah dilihat AC rusak,” keluhnya.
Dirinya mengaku serba salah. Jika mau dibuka jendela, takutnya nyamuk masuk, tapi kalau tidak dibuka ruangan pengap. Akhirnya, ia membawa kipas angin dari rumah.
“Dua malam kami di ruangan itu, baru kemudian dipindahkan ke ruangan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap, pihak rumah sakit mampu membenahi pelayanan, sehingga pasien yang berobat dan dirawat merasa nyaman. Sementara itu, Humas RSUD Kepri Tanjunguban, Iranti membenarkan beberapa mesin pendingin di beberapa ruangan rusak. Tapi, baru-baru ini, pihaknya mendapat bantuan dari pihak Bank Riau Kepri.
“Sudah diajukan dan mendapat bantuan hibah 30 unit AC, mesin yang datang sudah 15 dan sudah dipasang, mungkin datang lagi 10. Yang sudah dipasang di lantai 2, di lantai 3 masih bertahap,” jelasnya.
Diakuinya, pihaknya tidak melakukan pengadaan AC. AC yang saat ini memang sudah lama kondisinya, sejauh ini hanya dilakukan pemeliharaan rutin. “Dari dulu memang belum pernah ganti,” katanya.
Rusaknya beberapa AC, menurutnya, karena keluarga pasien terkadang menghidupkan AC terus menerus, meski membuka jendela. “AC nyala terus, jendela dibuka juga. Setelah pasien pulang, AC juga tidak dimatikan,” katanya. (cr21)
