
batampos.co.id – Upaya meningkatkan kemampuan (skill) bagi tenaga kerja lokal di Karimun, Dinas Tenaga Ketenagakerjaan dan Perindustrian Karimun menggelar pelatihan dan serfikasi scaffolding selama lima hari. Pelatihan yang dimulai Rabu (18/10) lalu, menghadirkan tiga instruktur dari Batam dan Jakarta.
“Untuk sementara hanya 20 orang dahulu. Mereka usai menjalani pelatihan selama lima hari, empat hari pelatihan teori dan satu hari di lapangan dengan instruktur yang sudah berpengalaman,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah, Kamis (19/10).
Sebelumnya dilakukan penyeleksian terlebih dahulu untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut. Langkah awal berupa membuat surat lamaran ke Kantor Disnakerperindag. Dari 34 yang mendaftar, setelah dilakukan seleksi administrasi yang memenuhi persyaratan maka dilanjutkan dengan free tes wawancara 25 orang yang dilakukan oleh pihak Perusahaan Jasa K3 (PJK3). hasilnya terpilih 20 orang yang benar-benar memenuhi kriteria.
“Mereka akan mendapatkan sertifikat scaffolding dari Kementerian Tenaga Kerja RI. Yang paling penting, bagaimana anak-anak kita dapat mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding, merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang scaffolder,” jelasnya.
Melalui pelatihan, kata Hazmi, dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
“Sesuai dengan Peraturan menteri tenaga kerja No. PER.01/MEN/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada konstruksi bangunan mensyaratkan penggunaan scaffolding (perancah) yang sesuai dan aman untuk semua pekerjaan konstruksi,” ungkapnya.
Sementara salah satu narasumber dari Batam Devina Rachmawati mengungkapkan, pentingnya pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat memahami proses pekerjaan pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran perancah dengan perhitungan yang akurat sehingga selesai pekerjaan tersebut dengan selamat dan sehat.
“Ini kerjanya secara team. Antara satu dengan yang lainnya ada kaitannya dalam satu pekerjaan konstruksi, dengan memperhatikan K3,” ucapnya. (tri)
