Jumat, 1 Mei 2026

Kemilau Sumatera 2017, Dorong Pencapaian Target 275 Juta Perjalanan Wisnus

Berita Terkait

batampos.co.id– Kementerian Pariwisata yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti membuka secara resmi Kemilau Sumatera 2017 dengan tema Pesona Sumatera Pulau Emas, yang digelar di atrium Kepri Mall, Jumat (27/10).

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut, akan berlangsung selama dua hari dari Jumat (27/10) hingga Sabtu (28/10).

“Tuan rumah acara Kemilau Sumatera selalu berganti, dan di tahun ini yang bertindak selaku tuan rumah adalah Kepri,” ujar Esthy, kemarin.

Pesona Sumatera Pulau Emas menampilkan pameran paket wisata, pentas seni budaya, serta cinderamata dari provinsi dan kabupaten Sumatera.

“Selain itu juga dalam mendukung Pesona Indonesia untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019,” terangnya.

Ia menjelaskan, acara penting mendukung Kemilau Sumatera adalah keikutsertaan para pemain industri pariwisata dalam Travel Agency Meeting dan Table Top Meeting antara Biro Perjalanan Wisata dari provinsi dan kabupaten, yang merupakan ajang untuk bertukar informasi dan ajang bisnis antar BPW.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau, meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri dan mendorong kalangan media/pers untuk turut aktif mempromosikan pariwisata Indonesia,” jelas Esthy.

Disebutkannya, sasaran dari Kemilau Sumatera adalah meningkatnya citra positif Indonesia sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara antar kabupaten/kota, propinsi dan antar pulau dan diharapkan juga adanya peningkatan kunjungan wisman ke Sumatera.

“Diharapkan terdistribusinya pergerakan wisatawan nusantara ke seluruh wilayah di tanah air,” ucapya.

Esthy memaparkan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun, dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisatawan mancanegara/wisman.

Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan menambahkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68 persen selama Januari-Agustus 2017.

“Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7 persen, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata negara Asia Tenggara. Begitu juga bila dibandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia yang bertumbuh 6,4 persen, Indonesia naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia,” ungkap Wawan.

Sejak 2014, lanjutnya, angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Dimana 2014 jumlah wisman sebesar 9,3 juta, lalu 2015 naik menjadi 10,4 juta, kemudian menembus angka 12 juta di 2016, dan 2017 sampai dengan Agustus sudah tercatat 9,2 juta orang.

“Jumlah wisnus juga naik tajam. Agustus 2017, angkanya sudah menembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180,5 juta wisatawan,” imbuhnya.

CEO dari PT Visi Inti Prima (VIP)/Inke Maris & Associates, Inke Maris berpendapat, di dalam negeri ada perubahan trend lifestyle dimana semakin banyak keluarga, kelompok mahasiswa, kelompok-kelompok pertemenan seperti arisan, kelompok pengajian, kelompok reuni sekolah, komunitas hobi dan lain-lain, yang memilih melakukan wisata nusantara di masa libur dan masa senggang.

“Jadi terdorong oleh keinginan untuk lebih mengenal nusantara. Ini merupakan market yang besar untuk wisata nusantara agar terus menerus digarap,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan kegiatan Kemilau Sumatera 2017 dari pejabat provinsi dan kabupaten kota Se-Sumatera, serta para pengusaha BPW Sumatera. (nji)

Update