Minggu, 1 Februari 2026

Jadikan Batam Kota Aerotropolis

Berita Terkait

batampos.co.id – Selain memaparkan program 100 kerja, kunjungan jajaran BP Batam ke redaksi Batam Pos kemarin juga memberkan rencana tata ruang baru pengembangan Batam. BP Batam berambisi menjadikan Batam sebagai kota aerotropolis.

Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata, mengatakan aerotropolis merupakan tata kota urban yang desain, infrastruktur, dan ekonominya berpusat pada sebuah bandar udara. Karenanya, ke depan BP Batam akan membangun kawasan Bandara Hang Nadim Batam menjadi kawasan terpadu berkelas dunia.

“Bandara (Hang Nadim) akan dibangun menjadi kota logistik,” kata Yusmar Anggadinata, kemarin.

Pria yang akrab disapa Angga ini mengatakan, nantinya di kawasan ini akan tersedia beragam kebutuhan yang siap melayani permintaan dari seluruh Indonesia. Termasuk permintaan melalui transaksi atau belanja online yang saat ini tengah menjadi tren.

Menurut Angga, sekarang industri digital mulai menguasai dunia. Jual beli barang bisa dilakukan dengan mudah lewat sistem online. “Membeli dimanapun pakai online. Makanya barang disiapkan di Batam disimpan di warehouse (gudang, red) dan kemudian tinggal menunggu pesanan,” ungkapnya.

Namun kata Angga, konsep aerotropolis ini nantinya tidak hanya terpusat di kawasan bandara. Nantinya, konsep ini akan diterapkan di seluruh wilayah Batam.

Termasuk kawasan pelabuhan. Ke depan, BP Batam akan menyulap kawasan pelabuhan menjadi kawasan yang mengusung konsep green port. Dengan konsep ini, seluruh pelabuhan di Batam akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang bisa diakses publik.

“Sekitar 30 persennya bisa dijadikan pusat aktivitas warga. Misalnya untuk jogging track,” kata dia.

Kemudian jika bicara sektor industri, lanjut Angga, ke depan Batam akan dikembangkan menjadi pusat industri jasa dan industri digital. Dengan konsep ini, maka Batam akan memiliki nilai tambah yang lebih dan percepatan pertumbuhan ekonomi akan sangat terasa.

Menurut dia, jika Batam mempertahankan industri manufakturnya, maka Batam akan ketinggalan. “Kalau tetap manufaktur, ya siap-siap aja kita terima gaji UMK. Kami maunya anak-anak kitananti bergaji Rp 20 juta di Batam,” kata dia.

Semua konsep masa depan itu, lanjut Angga, akan dibarengi dengan pembangunan sarana transportasi. Nantinya BP Batam akan membangun fasilitas transportasi massal seperti MRT dan sejenisnya. Sehingga akses masyarakat di Batam akan semakin mudah dan cepat.

“Sekarang saja, saya dari Tanjungpinggir (Sekupang) ke kantor (di Batamcenter) bisa makan waktu 1 jam. Batam butuh mass transport,” kata Angga penuh semangat.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengamini pemaparan Angga. Menurut dia, rencana tersebut merupakan rencana jangka panjang yang menjadi cita-cita BP Batam.

“Kalau mimpi itu jangan nanggung, harus setinggi mungkin,” kata Lukita.

Sementara Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan, mengapresiasi rencana pembangunan jangka panjang BP Batam tersebut. Namun ia mengingatkan, pelaksanaan seringnya tidak semudah perencanaan. Batam Pos, kata Marganas, akan mendukung sekaligus mengontrol realisasi rencana kerja tersebut.

“Makanya jangan marah nanti kalau Batam Pos menulis, mimpi BP Batam yang tak kunjung tercapai,” kata Marganas.

Sebab menurut Marganas, Batam saat ini memiliki beragam persoalan yang kompleks. Namun ia barharap, BP Batam di bawah kepemimpinan Lukita Dinarsyah Tuwo mampu melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam master plan pembangunan Batam tersebut.

“Semoga bapak-bapak sekalian mampu menyelesaikan segudang persoalan yang ada di Batam,” kata Marganas. (leo/par)

Update