Kamis, 16 April 2026

Kampanye 18 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Berita Terkait

batampos.co.id – Jaringan lembaga perduli perempuan dan anak, yang terdiri dari beberapa lembaga yang konsen terhadap perlindungan perempuan dan anak melaksanakan kampenye 18 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kampanye ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat secara bersama-sama mendukung kegiatan penandatanganan petisi untuk mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan kekerasan seksual agar disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

Kampanye yang dilaksanakan mulai tanggal 25 November 2017 hingga 16 Desember 2017 ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat Batam tentang perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan mengkampanyekan kepada masyarakat Batam tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan mendorong agar segera disahkan menjadi Undang-undang.

“Kita juga mengkampanyekan Ranperda Perlindungan Perempuan, mengkampanyekan Hari Anti Perdagangan Anak di Kota Batam, serta mengkampanyekan pencegahan penyebaran HIV/AIDS,” ujar ketua panitia acara, Friska, Minggu (26/11).

Dijelaskan Fiska, kampanye ini nantinya akan diisi dengan kegiatan Car Free Day, Siaran Radio, Pentas Seni Anak Melayu, Kampanye Hari AIDS, Konser Perlindungan Anak dan Seminar Catatan akhir tahun dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Anak di Indonesia.

“Kegiatan Car Free Day kita laksanakan hari ini (Minggu kemarin, rded). Momen keramaian akan dimanfaatkan untuk sosialisasi dan membagikan selebaran tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Dilanjutkannya, untuk kegiatan Siaran Radio dilaksanakan 8 Desember 2017, Pentas Seni Anak Melayu 2 Desember 2017, Kampanye Hari AIDS 3 Desember 2017, Konser Perlindungan Anak 30 November 2017, serta Seminar Catatan akhir tahun dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Anak di Indonesia 16 Desember 2017.

“Untuk kampanye hari AIDS itu kami akan membagikan pita di enam titik dibeberapa rumah sakit. Pembagian pita ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pengunjung rumah sakit tentang pencegahan HIV/AIDS dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Friska menambahkan, lembaga yang tergabung dalam kampanye ini adalah KKPPMP (Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau), P2TP2A Batam, LINUS, GERHANA, Dunia viva wanita, Rumah Faye, Embun Pelangi, Forum anak kota Batam, PATBM, Forum perlindungan perempuan dan anak di 3 kelurahan serta LIBAK. (cr1)

Update