Selasa, 7 April 2026

Dinas Pertanian Siap Latih Penyuluh Desa

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Dinas pertanian Pemkab Natuna Tengku Fauzan Tambusai mengatakan, salah satu kekurangan dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna adalah kurangnya tenaga penyuluh lapangan.

Kekurangan tenaga penyuluh lapangan baik penyuluh pertanian maupun peternakan katanya, dipengaruhi kondisi anggaran di Dinas Pertanian untuk menambah tenaga penyuluh lapangan, ke Desa-Desa di Natuna.

Namun Dinas Pertanian akan membantu jika Pemerintah Desa menunjuk tenaga penyuluh lapangan untuk diberikan pelatihan dan pendidikan.

“Kami kekurangan anggaran untuk menambah tenaga penyuluh lapangan, tapi jika ada tenaga penyuluh swakelola dari Desa, kami siap bantu memberikan pelatihan dan pendidikan, karena program alokasi dana Desa bisa digerakkan untuk tenaga penyuluh Desa,” kata Fauzan kemarin.

Diakuinya, kekurangan tenaga penyuluh lapangan salah satu kendala dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna. Karena segala persoalan petani dilapangan tidak bisa langsung diterima di Kabupaten.

Namun menurut Fauzan, pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna sudah mendukung jika ditekuni oleh petani yang lebih profesional. Karena tersedia lahan yang memadai dan sarana pengairan yang sudah dibangun Pemerintah. Seperti bendungan di Tapau, bahkan Pemerintah akan meresmikan bendungan di Kelarik tahun 2018 mendatang.

Tahun ini katanya, Pemerintah sudah membuka lahan sawah 100 hektare lebih di Kelarik dan tahun 2016 lalu sekitar 100 hektare di Kecamatan Bunguran Tengah. Mudah-mudahan bisa menambah produksi padi di Natuna. Pemerintah Daerah akan terus mengawasi dan mengevaluasi program ketahanan pangan yang dilaksanakan pembukaan lahan sawah bersama TNI AD.

“Ada target Pemerintah, masyarakat bisa mengkonsumsi beras lokal dengan harga yang lebih terjangkau. Kalau sekarang memang beras lokal lebih mahal dari beras dari bulog,” ujar Fauzan.(arn)

Update