
batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi memiliki beragam program dan agenda selama 100 hari kerjanya. Pembangunan perekonomian dan peningkatan keamanan di wilayah Kepri menjadi fokus utamanya.
Namun Didid menyadari, visi besar itu tidak bisa dicapai tanpa kerja sama semua pihak. Karenanya, mengawali masa tugasnya di Polda Kepri ia akan banyak menjalin komunikasi dengan sejumlah instansi vertikal maupun horisontal.
“Langkah pertama saya akan menyambangi semua aparat yang ada di Kepri,” kata Didid usai parade pelepasan Kapolda Kepri yang lama, Irjen Pol Sam Budigusdian, di lapangan Mapolda Kepri, Kamis (30/11).
Didid menjelaskan, keamanan dan perekonomian saling erat berakitan. Pembangunan ekonomi akan berjalan dengan baik jika tingkat keamanan juga kondusif.
“Sehingga (perekonomian) bisa dibangun lebih cepat,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya juga siap menyukseskan program pemerintah dalam berbagai bidang. Tidak hanya itu, Didid juga berjanji akan mengamankan kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam kesempatan itu Didid juga meminta peran media untuk menciptakan pemberitaan yang positif guna menumbuhkan optimisme di semua kalangan.
“Tentunya dengan bantuan teman-teman media sebagai corong informasi,” ujarnya.
Setelah menata hal ini, Didid mengatakan pihaknya akan bersiap-siap menghadapi Pemilu 2019 dan Pilkada di Tanjungpinang. Ia mengatakan, sama halnya dengan membangun perekonomian, dalam pemilu nanti pihaknya juga akan fokus menciptakan rasa aman dalam masyarakat.
Didid melihat Kepri memiliki tingkat kerawanan yang berbeda dengan daerah lain. Lalu kasus kriminalitas Kepri, memiliki spesifikasinya berbeda dibandingkan tempat lainnya di Indonesia. Hal ini, menurut Didid, karena letak geografis Kepri yang dekat dengan negara tetangga.
“Kerawanannya bersifat lintas negara,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, dirinya akan melakukan evaluasi di Polda Kepri. Ia mengatakan sumber daya manusia (SDM) di jajaran Polda Kepri sudah sangat bagus. Berbagai prestasi sudah ditorehkan Polda Kepri di tingkat nasional. Tapi menurutnya, masih ada yang perlu diperbaiki.
“Saya akan menyisir apa saja kekurangan itu. Kalau ada nanti akan ditambahkan, sehingga menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyebut program kapolda yang lama sangat bagus. Program-program ini akan dilanjutkannnya dan disempurnakan lagi. “Apa yang sudah dirintis pejabat lama akan saya teruskan,” ucapnya.
Sementara kapolda lama, Irjen Pol Sam Budigusdian, memuji Didid jauh lebih baik dari dirinya, dalam beberapa hal. Karena Didid peraih Wibawa Seroja Nugraha, penghargaan untuk lulusan terbaik Lemhanas angkatan ke 50. “Sahabat saya, satu almamater, latar belakang pendidikan yang sama. Dan memiliki integritas yang sangat baik,” ungkap Sam.
Sam sangat percaya dengan kemampuan Didid dalam menyelesaikan permasalahan di Kepri. Selain itu, Sam menilai Didid memiliki komitmen yang baik. “Beliau pasti akan lebih baik. Jadi jangan khawatir,” tuturnya.
Dilepas dengan Air Mata

Sementara itu, pelepasan Irjen Pol Sam Budigusdian berlangsung penuh haru, Kamis (30/11). Setelah pedang pora terakhir diturunkan, seluruh jajaran Polda Kepri berbaris menunggu giliran bersalaman dengan Sam.
Hormat, rangkulan, pelukan, taburan bunga, dan cucuran air mata mengantar Sam hingga pintu gerbang Mapolda Kepri.
“Dia itu Bapak. Bapak bagi kami semua, mengayomi,” ujar salah seorang polisi di divisi SDM Polda Kepri.
Di mata para wartawan, Sam juga dikenal sosok yang sangat kooperatif dengan media. Bahkan Sam tak segan becanda dengan para wartawan yang biasa nyanggong di Mapolda Kepri.
“Mana pernah ada (kapolda sebelumnya) yang mau becanda seperti Pak Sam,” ujar Asmoro, seorang pewarta TV lokal.
Ia mengatakan, Sam sangat menghargai profesi jurnalis. Dan ada satu hal yang selalu diingat Asmoro, Sam selalu menanggapi pertanyaan wartawan dengan sangat bijak. “Mau itu pertanyaan positif atau negatif tentang Polri, selalu dijawab beliau,” ungkapnya.
Sam merangkul semua pihak. Tidak hanya para pejabat pemerintah atau pengusaha saja. Tapi juga komunitas-komunitas yang ada di Kepri. Berbagai even digelar sejak Sam menjabat sebagai Kapolda Kepri.
“Saya merasa kehilangan, baru kali ini saya merasa seperti ini,” tuturnya.
Sebelum mencapai gerbang keluar Mapolda Kepri, Sam diarak oleh anggota Brimob bersama Kapolda Kepri yang baru. Sesampai di pintu gerbang keluar, sudah menunggu mobil yang akan membawa Sam pergi dari Mapolda Kepri. Tanpa komando seluruh anggota polisi yang berada di sana memberikan penghoramatan terakhir untuk Sam. (ska)
