Kamis, 16 April 2026

Embrio Berusia 24 tahun Dilahirkan Sebulan Lalu

Berita Terkait

Keluarga Gibson bersama Emma. (CNN)

batampos.co.id – Berasal dari embrio yang dibekukan pada 14 Oktober 1992, Emma Wren Gibson lahir.

Artinya, embrio Emma berusia 25 tahun sebelum akhirnya dia terlahir sebagai bayi.

Bukan hanya itu, perempuan yang melahirkan Emma, Tina Gibson, berusia 26 tahun. Itu membuat Emma sejatinya hanya berbeda setahun dengan Tina yang menjadi ibunya. Lahir bulan lalu di Tennessee, AS, Emma memecahkan rekor dunia sebagai bayi dari embrio beku terlama di dunia.

Diceritakan Dr. Jeffrey Keenan, direktur medis Pusat Sumbangan Embrio Nasional, Emma terlahir pada 25 November 2017. Orang tua Emma, Tina dan Benjamin Gibson dari Tennessee timur, pun merasa terkejut saat diberi tahu usia embrio yang dicairkan pada tanggal 13 Maret oleh Carol Sommerfelt, direktur laboratorium embriologi di Pusat Donor Embrio Nasional itu.

“Usianya 25 tahun. Embrio ini dan saya bisa menjadi teman terbaik kalau dia terlahir 25 tahun yang lalu,” kata Tina Gibson kepada CNN.

Sommerfelt mengatakan kelahiran Emma cukup menarik mengingat berapa lama embrio itu telah membeku.

”Embrio beku tertua yang diketahui berhasil melahirkan adalah berusia 20 tahun,” katanya.

Kisah Emma dimulai jauh sebelum Gibson mengadopsi embrio (dan empat saudara kandung Emma dari donor telur yang sama). Embrio Emma berasal dari pasangan yang melakukan pembuahan in vitro (IVF) atau pembuahan di luar tubuh.

Dalam pembuahaan itu, biasanya dihasilkan beberapa embrio. Sebagian embrio digunakan untuk program bayi tabung pasangan tersebut. Bila ada sisa embrio, bisa dibekukan dan digunakan bila pasangan itu ingin memiliki anak lagi.

Namun jika tidak, embrio itu bisa disumbangkan untuk penelitian, dicairkan dan dibiarkan mati, atau seperti kasus Emma, diadopsi oleh pasangan yang tidak memiliki anak.

Dan embrio Emma, setelah melalui pemeriksaan medis mendalam, cocok dengan pasangan Tina dan Benjamin.

”Suami saya menderita cystic fibrosis, itu salah satu jenis ketidaksuburan yang sering terjadi,” kata Tina.

Namun itu tidak menjadi masalah. Kehidupan pernikahan mereka tetap indah.

”Kami telah memutuskan untuk mengadopsi anak suatu saat nanti,” katanya.

Dan, proses adopsi itu mulai dilaksanakan. Bersama keluarga besar pasangan ini kerap mengunjungi panti sosial untuk bertemu anak-anak yatim.

Tetapi, semua itu berubah ketika ayah Tina membaca mengenai adopsi embrio.

”Ini disebut adopsi embrio. Mereka akan menanamkan embrio di dalam tubuh Anda, dan Anda bisa melahirkan bayi,” katanya pada anak perempuannya.

Dan begitulah. Setelah melewati pertimbangan matang, pemeriksaan medis mendalam, embrio Emma dimasukkan rahim Tina untuk kemudian terlahir dengan sehat. (tia/JPC)

Update