Kamis, 23 April 2026

Rayakan Natal di Kampung, Ribuan Warga Tinggalkan Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 3.150 penumpang yang hendak berangkat ke Pelabuhan Belawan, berdesak-desakan di ruang tunggu pelabuhan Pelni di Batuampar, Kamis (21/12).

Mereka mengeluhkan keterlambatan kedatangan KM Kelud yang harusnya pukul 11.00 WIB sampai di dermaga Batuampar, ternyata tak datang-datang. KM Kelud baru merapat ke Dermaga Batuampar lima jam kemudian.

Menurut nakhoda KM Kelud, Kapten Nursyamsi, keterlambatan kedatangan KM Kelud ke Batam dikarenakan cuaca yang buruk di perairan sebagian Jawa dan di perairan Natuna.

“Sesuai jadwal memang harusnya sampai Batam pukul 11.00 WIB. ternyata sampai Batam lima jam kemudian. Itu dikarenakan cuaca di perairan Jawa dan Natuna gelombangnya besar. Biasanya kecepatan kami di laut natuna itu mencapai 18 knot. Karena gelombang tinggi, kami kurangi kecepatannya menjadi hanya 16,2 knot demi keselamatan kapal juga. Terlambat lebih baik demi meminimalisir adanya kecelakaan di laut,” ujar Kapten Nursyamsi.

Tak hanya itu penyebab terlambatnya KM Kelud merapat ke Batam.Masalh pengisian bahan bakar juga menjadi kendala pada keberangkatan KM Kelud saat di Tanjung Priok.

Pantauan Batam Pos di ruang tunggu keberangkatan di Pelabuhan Batuampar Batam, ribuan calon penumpang KM Kelud yang hendak ke Belawan Medan tampak kepanasan tersengat terik matahari siang kemarin.

Ribuan calon penumpang ini pada sibuk mencari tempat berlindung agar tak terpapar langsung panas matahari.

Untuk mengantisipasi agar tak terjadi keributan ribuan calon penumpang yang sudah menunggu lama berangkat ke Belawan, pihak Pelni memberikan kompensasi berupa pemberian nasi kotak serta air mineral gratis kepada setiap calon penumpang yang mengantongi tiket KM Kelud ke Belawan.

Pihak Pelni juga memberikan hiburan ke ribuan calon penumpang KM Kelud dengan menapilkan orgen tunggal serta satu penyanyi di Dermaga Batuampar.

“Sabar ya ibu-ibu, bapak-bapak, jangan berebut. Ini nasi masih banyak. Kami menjamin semuanya kebagian. Sebab nasi yang disiapkan sudah kami sesuaikan dengan jumlah tiket yang terjual,” ujar salah satu petugas Pelni yang dibantu dari personel Marinir TNI AL serta Kanpel Batam membagikan nasi dan menertibkan serta mengamankan ribuan calon penumpang yang hendak ke Belawan Medan.

KM Kelud . foto:tri haryono/batampos

Salah satu penumpang yang sengaja datang sejak pagi hari pukul 07.00 WIB bersama istri dan kedua anaknya, Anton Sihombing, mengaku sengaja datang pagi-pagi untuk menghindari adanya desak-desakan.

“Eeh tak tahunya sampai sini pagi-pagi, kapal tak juga datang. Terpaksalah nunggu lama sembari duduk-duduk sama anak-istri. Kalau tahu KM Kelud terlambat datang, saya nggak mau datang pagi tadi ke sini,” ujar Anton yang hendak merayakan Hari Natal di kampungnya Medan.

Sementara, menurut Kepala Pelni Batam, Ending, jelang Natal ini KM Kelud dari Batam ke Belawan Medan yang biasanya di hari normal hanya dua kali seminggu, frekuensi keberangkatan ke Medannya ditambah sekali, atau jadi tiga kali.

“Frekuensi keberangkatannya dari Batam ke Medan ini jelang Natal ada di tanggal 19, 21, dan nanti puncaknya pada tanggal 23 di hari Sabtu. Nanti setelah Natal tanggal 25, ada lagi satu kali keberangkatan dari Batam ke Medan yakni di tanggal 29 Desember nanti atau dua hari jelang pergantian tahun,” terang Ending. (gas)

Update