
batampos.co.id – Hingga penghujung tahun ini, nilai investasi yang masuk ke Batam mencapai USD 1.116.895 dan direalisasikan melalui 73 proyek. Nilai ini jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai USD 471.368 dari 71 proyek.
Menurut Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo investasi di Batam meningkat secara signifikan berdasarkan data yang diterima dari BKPM.
“Sekarang sudah banyak yang datang mau investasi. Makanya dipanggil satu-satu dan minta sampaikan rencananya,” paparnya.
Salah satu investasi yang belum tercatat sebagai realisasi adalah masuknya perusahaan biodiesel yang akan berinvestasi sebesar Rp 1 triliun.
“Biodiesel akan realisasi karena sekarang izin diberikan,” katanya.
?Untuk menggairahkan investasi, maka BP Batam memberikan kemudahan dan insentif. Galangan kapal yang selama ini menjadi salah satu andalan Batam dipastikan akan menerimanya.
“Galangan akan kita berikan insentif. Sekarang mulai berbenah. Ada juga investor yang ingin membangun pusat digital. Tapi belum bisa kami sampaikan,” sambungnya.
Selain itu, Lukita juga akan membenahi lahan. Ketersediaan lahan saat ini sangat terbatas dan masih banyak lahan tidur. “Untuk lahan-lahan tidur, kami akan meneruskan kebijakan sebelumnya. Buat bisnis plan dan rencana. Kalau tak dibangun juga, akan dicabut,” tegasnya.
Lukita yakin perekonomian Batam akan membaik tahun 2018 mendatang dan bisa mencapai pertumbuhan hingga 5 persen (yoy). Hal tergambar dari peningkatan investasi pada akhir tahun 2017.
Sebagai contoh pada Oktober lalu, ada 10 perusahaan baru dengan nilai investasi sebesar 10.5 juta dolar AS. Sementara Oktober 2016, lima perusahaan baru yang masuk dengan nilai investasi hanya 5 juta dolar AS.
Sementara November 2017, terjadi peningkatan jumlah perusahan baru yang masuk ke Batam, yaitu sebanyak 12 dengan nilai total investasi sebesar USD27,8 juta. Sedangkan pada November sebanyak 9 perusahaan baru dengan total nilai investasi sebesar USD12,5 juta.
“Dan kita akan terus berupaya meningkatkan agar investasi asing ini terus meningkat di Batam,” jelasnya.
Dari data yang disampaikan, 73 perusahaan yang masuk atau mengembangkan wisata di Batam, ada dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, Kanada, India, Myanmar, Australia, Luxembourg, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Korsel, Mesir, Taiwan dan gabungan negara. (leo)
