
batampos.co.id – Penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pemko di Tanjunguncang semakin sepi. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko, Teguh tidak menampiknya, hal itu lantaran lokasi Rusun Tanjunguncang yang jauh dari keramaian.
“Iya memang semakin sepi. Alasannya lokasinya yang jauh,” ujar Teguh, Minggu (14/1).
Dia mengatakan selain lokasi, lesunya industri galangan kapal menjadi faktor utama rusun tersebut sepi. Pasalnya, sebagian besar penghuni rusun adalah para pekerja galangan kapal.
“Galangan sepi, peminat rusun juga sepi. Banyak yang sudah pulang kampung juga,” katanya.
Berbeda dengan rusun yang ada di Mukakuning, Sekupang maupun Fanindo, Batuaji. Penghuninya ramai, lantaran lokasinya yang strategis. “Malahan banyak yang antri,” jelasnya.
Hal serupa juga diakui pengelola Rusun Tanjungucang, Suyadi. Peminat rusun semakin menurut setiap bulannya. Saat ini penghuni rusun itu tak lebih dari 300 penghuni. Padahal jumlah kamar yang disediakan sebanyak 700 unit. “Sebagian ada yang pulang kampung sebagian juga ada yang pindah,” katanya.
Meski menawarkan harga yang cukup murah untuk harga sewaan dengan fasilitas yang cukup memadai, namun tetap, keberadaan rusunawa tersebut kurang diminati warga. (une)
