Rabu, 29 April 2026

Terima Bantuan dari Pemprov, Stok Obat RSUD Aman Sebulan Kedepan

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri menyerahkan bantuan obat-obatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, Rabu (24/1) pagi. Obat tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun kepada jajaran Manajemen RSUD sebagai upaya untuk mengatasi persoalan krisis obat yang terjadi di RSUD selama ini.

Obat bantuan dari Pemprov itu sebanyak 26 koli yang terdiri dari ratusan jenis obat baik obat generik ataupun obat paten. Obat-obatan. Itu akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien seluruh pasien (Umum/BPJS) yang berobat di RSUD dalam jangka waktu sebulan kedepan.

Nurdin dalam arahannya berharap agar bantuan obat-obatan tersebut dimanfaatkan secara baik oleh manejemen RSUD agar tidak ada lagi persoalan serupa kedepannya.”Tidak tepat jaman now, kalau rumah sakit tak ada obat-obatan. Ini jadi perhatian kita bersama. Persoalan serupa harus seceptnya diatasi. Kasian masyarakat,”ujar Nurdin.

Jika memang kedepannya masih ditemui ada persoalan serupa, Nurdin berpesan agar pihak manajemen RSUD tidak boleh menutup diri dan membiarkan persoalan itu berlarut-larut. Manajemen harus cepat mengambil tindakan baik memecehkan persoalan itu sendiri ataupun koordinasi dengan pihak Pemprov.

” Ini tanggung jawab kita bersama, jadi saya harap kedepannya tidak ada lagi persoalan seperti ini. Kalau ada persoalan koordinasi dengan kami. Pak Tjetjep Yudiana (Kandikes) Kepri adalah koordinator dari semua rumah sakit yang ada di Kabupaten atau Kota,” ujarnya.

Bantuan obat ke RSUD itu diakui Nurdin memang tidak rutin, namun jika kondisi rumah sakit pemerintah di kabupaten atau kota berhadapan dengan persoalan yang komplek seperti RSUD, maka Pemprov akan berkesinambungan memberikan bantuan serupa. “Tapi jangan disengajain. Mari sama-sama kita layani masyarakat dengan sepenuh hati. Orang sakit sembuh tidak saja dengan obat-obatan, tapi pelayanan yang baik juga memberikan dampak yang berarti bagi kesembuhan pasian. Makanya saya pesan kepada kawan-kawan disini layani masyarakat dengan ikhlas dan ramah,” ujar Nurdin.

Kadinkes Kepri Tjetjep Yudiana menambahkan, bahwa pasokan obat yang diserahkan Pemprov itu mencakupi segalah jenis obat yang dibutuhkan pasien. “Semua jenis. Ada 26 koli. Obat ini cukup untuk sebulan ke depan,” ujar Tjetjep.

Bantuan itu kata Tjetjep merupakan, merupakan respon baik dari Pemprov Kepri atas keluhan kekosongan obat di RSUD Batam.

“Belakangan ada keluhan itu. Makanya ini jawaban pak Gubernur. Semoga semakin baik kedepan pelayanan medis di sini,” tuturnya.

Bantuan serupa diakui Tjetjep tidak saja hanya untuk RSUD Batam, tapi juga menyeluruh ke seluruh rumah sakit pemerintah di kabupaten dan kota lainnya. Bantuan diberikan jika memang adanya kebutuhan yang mendesak seperti yang dialami RSUD Batam itu.

Pasien RSUD antre mengambil obat didepan apotik RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Rabu (24/1). RSUD Embung Fatimah mendapatkan bantuan obat dari Dinas Kesehatan Kepri yang diserahkan oleh Gubernur Kepri. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Disinggung terkait alat kesehatan di RSUD yang juga bermasalah, Tjetjep mengakui memang ada. Untuk itu dia berharap agar manajemen RSUD yang baru secepatnya menyelesaikan persoalan itu. “Alat yang rusak harus diganti, yang masih bisa dipakai didiperbaiki. Untuk masalah alat yang belu dikalibrasi, sudah mulai ditangani secara bertahap,” ujarnya.

Untuk kalibrasi alat kesehatan sendiri diakui Tjetjep memang tidak bisa dilakukan serentak sebab proses kalibrasi harus dilakukan secara nasional oleh tim khusus untuk kalibrasi. “Itulah persoalannya. Kalibrasi ini tidak bisa dilakukan independen. Harus secara nasional. Kita targetnya secepatnya selesai. Sebagian sudah kok,”ungkapnya.

Direktur RSUD Batam drg Ani Dewiyana menyambut baik bantuan Pemprov tersebut. Dengan adanya bantuan itu, Ani menjamin bahwa stok obat di RSUD kembali tersedia dengan baik. “Selain bantuan dari Pemprov ini, kami sendiri juga sudah mulai adakan lagi. Vendor-vendor lama tak mau layani kami cari vendor baru. E-Katalog (kebutuhan obat) sudah kami kirim ke beberapa vendor yang mau kerja sama. Ini akan kita perbaik secepatnya,” kata Ani.

Begitu juga dengan peralatan medis, seperti yang disampikan Tjetjep, Ani menuturkan, upaya melangkai kekurangan, memperbaiki yang rusak serta kalibrasi bagi alat yang belum dikalibrasi sudah mulai dilakukan secara maksimal.

“Hari misalkan kami juga sudah datangi tim kalibrasi dari sejumlah vendor untuk kalibrasi. Semua sudah diproses. Semoga secepatnya persoalan-persoalan ini diselesaikan,” ujar Ani. (eja)

Update