batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja kini secara rutin melaksanakan razia penyakit masyarakat (Pekat). Sasarannya kenakalan remaja hingga praktik asusila.
Kepala bidang penegak Peraturan Daerah Satpol PP Pemkab Natuna Wendriadi megatakan, operasi Pekat yang digelar satu pekan terakhir untuk menanggapi keluhan dan laporan yang diterima dari masyarakat, meningkatnya persoalan penyakit masyarakat diwilayah Ranai dan sekitarnya.
Diakuinya, operasi Pekat yang gelar berhasil menjaring belasan remaja mabuk mabukan konsumsi alkohol oplosan. Bahkan remaja pacaran di semak-semak hingga pasangan mesum di hotel termasuk di kos – kosan.
“Kami berupaya mencegah terjadinya kenakalan remaja, karena banyak laporan masyarakat dan orantua. Dan laporan praktik asusila di kos-kosan dan hotel,” kata Wendriadi kemarin.
Pekan lalu katanya, 10 pasangan tanpa status hubungan suami istri digerebek dibeberapa lokasi Hotel dan Penginapan serta di kos-kosan. Dan sebanyak 19 orang anak remaja dan pelajar yang sedang nongkrong ditempat-tempat gelap serta mengkonsumsi minuman beralkohol.
Para remaja yang terjaring dalam operasi yang digelar, umumnya berasal dari kalangan pelajar dan anak putus sekolah mengkomsumsi mikol dan pacaran tempat gelap dan semak.
Operasi pekat yang digelar jelasnya, dalam menjalankan penegakan peraturan daerah (Perda) dan pemberantasan penyakit Masyarakat, untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban Masyarakat di semua wilayah Kabupaten Natuna.
Sehubungan dengan Operasi Pekat dan Razia Rutin ini sambungnya, Satpol PP akan menyurati pengelola hotel, penginapan dan kos-kosan supaya taati aturan pengunjung kamar. Serta akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak dan instansi terkait di lingkup Pemerintahan serta di tingkat RT dan RW, dalam upaya melaksanakan gelar operasi rutin dan operasi Pekat.
“Kita juga akan menyurati para pedagang yang diindikasikan menjual obat batuk cair dalam jumlah tidak wajar kepada remaja dan pelajar,” sebut Wendriadi.(arn)
