
batampos.co.id – Ratusan pria dan wanita berstatus lajang mengikuti seminar persiapan pernikahan yang digelar Sekolah Pra Nikah (SPN) Kota Batam, di Masjid Jabal Arafah, Nagoya Lubukbaja, Minggu (25/2) pagi. Seminar bertajuk “Sambut Jodoh Dengan Ilmu dan Iman” itu menghadirkan ustad Zaenal Satiawan sebagai pembicara.
Kepada peserta seminar, Ustad Zaenal menjelaskan keuntungan pernikahan adalah terhindar dari yang namanya zina dan fitnah. Hikmah pernikahan juga mendapat keturunan sah yang dapat membawa rezeki ke orangtuanya.
“Inti dari menikah itu niat. Jangan menunggu pasangan kaya dulu, baru menikah. Kadang rezeki itu datang setelah kita menikah. Allah sudah mengatur rezeki semua umatnya, jadi jangan takut,” ujar Ustad Zaenal.
Menurut dia, setiap orang harus memiliki tujuan yang baik untuk menikah. Jangan salah gunakan keinginan menikah untuk hal-hal buruk. Salah satu tujuan menikah adalah menjaga hati, agama dan pandangan. Karena itu, umat islam diharamkan menikah jika tidak sesama muslim.
“Pernikahan itu harus didasari sama-sama mau dan sudah dewasa. Pernikahan juga tak boleh dipaksa dan harus berdasarkan syariat islam,” terang Ustad Zaenal lagi.
Dilain sisi, ia juga menjelaskan kerugian umum pernikahan siri, terutama untuk kaum wanita. Dimana nikah siri hanya sah menurut agama, namun tidak dimata negara (hukum), bisa menimbulkan fitnah karena tidak punya dokumen (buku pernikahan) yang sah, anak tidak memiliki status yang jelas, bercerai bisa dengan mudah karena tidak ada surat, tak bisa menuntut hak waris dan banyak hal lainnya.
“Sebaiknya pertimbangkan dengan baik sebelum menempuh pernikahan ini, karena banyak ruginya. Lebih baik menikah melalui jalur resmi (KUA), karena terdaftar dicatatan sipil dan menghindari fitnah,” jelas Ustad Zaenal.
Rosnita Dewi, salah satu peserta seminar mengaku banyak dapat manfaat dari seminar tersebut. Apalagi, ia yang hendak menikah di bulan April mendatang butuh persiapan mental dan lainnya (dari segi agama).
“Insyallah menikah bulan 4 nanti, saya tidak berpacaran. Saya ta’aruf dengan orang yang pernah saya kenal sewaktu kuliah. Isnyallah ini yang terbaik,” terang wanita berusia 28 tahun ini dan sengaja datang dari Batuaji untuk mengikuti seminar tersebut.
Sementara, Ketua Panitia Seminar, Ayat Hidayat mengatakan acara tahunan yang sudah tiga kali digelar untuk memberi bekal kepada seseorang yang ingin menikah. Pembekalan itu, diberikan secara gratis kepada siapa saja.
“Tujuannya untuk mengetahui seluk beluk pernikahan yang akan dihadapi nantinya. Intinya bekal persiapan berumah tangga, dan ini merupakan angkatan ketiga,” kata Ayat kepada Batam Pos.
Hal senada dikatakan panitia lainnya, Nofrizal mengatakan seminar berisi tentang motivasi sebelum pernikahan, diantaranya persiapan mental, pernikahan dan jenisnya, hak dan kewajiban suami istri, ta’aruf, khitbah, nikah dan walimah, mengelola finasial, problema rumah tangga.
“Banyak ilmu yang akan diberi selama seminar. Seminar ini gratis dan setiap peserta mendapat sertifikat,” ujar Nofrizal.
Menurut dia, seminar itu rata-rata diikuti kaum perempuan dengan jumlah 700 orang lebih, sedangkan kaum laki-laki berjumlah 240 orang.
“Memang minat untuk belajar lebih tinggi dari kaum perempuan, satu banding tiga,” imbuh Nofrizal. (she)
