Rabu, 1 April 2026

Informasi Ada Sabu 3 Ton yang Beredar Itu Tidak Benar

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim gabungan dari Bea Cukai dan Satgas Merah Putih Mabes Polri akhirnya menghentikan pemeriksaan kapal Win Long BH2998, Senin (26/2). Aparat memastikan tidak ada narkoba di dalam kapal ikan berbendera Taiwan tersebut.

Pimpinan Satgas Merah Putih Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kapal. Meliputi kru dan semua muatan kapal. Hasilnya, tidak ditemukan narkotika sedikitpun.

“Hasilnya, kapal clear and clean,” kata Suwondo, Senin (26/2).

Selain mengerahkan anjing pelacak, petugas juga menggunakan alat pendeteksi narkotika. Namun tetap saja tidak ada narkotika di dalam kapal ikan tersebut.

Sehingga Suwondo memastikan, kabar yang menyebutkan kapal tersebut membawa 3 ton sabu adalah hoax. “Kami pun tak tahu dari mana sumber berita itu,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Rusman Hadi, menyatakan hal senada. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, aparat tak menemukan narkotika di dalam kapal Win Long BH2998.

Selain itu, Rusman memastikan kapal tersebut memiliki dokumen lengkap. Sehingga kapal tersebut diperbolehkan berlayar kembali setelah empat hari ditahan di Pelabuhan DJBC Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun.

Ruman yakin, penangkapan dan penahanan kapal Win Long BH2998 itu tak akan berbuntut tuntutan di kemudian hari.

“Karena selama empat hari kru kapal tidak ditahan dan tidak dipersangkakan,” kata Rusman, tadi malam.

Sementara Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto juga mengatakan pihak kepolisian menyudahi pencarian narkoba jenis sabu di Kapal Win Long BH2998 yang ditangkap pada Jumat (23/2) lalu itu. “Tidak ada ditemukan (narkoba) hingga malam ini, kemungkinan akan kami hentikan (pencarian, red),” kata Yani, Senin (26/2).

Pencarian narkoba jenis Sabu ini sudah dimulai pihak kepolisian sejak Jumat (23/2) malam. Seluruh isi kapal telah dikeluarkan. Tim gabungan juga menurunkan empat anjing pelacak, penyelam, serta teknisi kapal. Tapi hingga pukul 21.30 tadi malam, hasilnya masih nihil. Padahal sebelumnya beredar kabar, kapal tersebut ditangkap karena dideteksi membawa sabu sebanyak 3 ton.

Informasi (sabu 3 ton) yang beredar itu tak benar,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menambahkan, pihak kepolisian telah memeriksa 28 orang kru kapal. Namun senada dengan, Yani, tidak atau belum ditemukan indikasi penyelundupan sabu.
“Pemeriksaan mendalam,” ucapnya.

Sedangkan Direktur Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan seluruh muatan yang ada di kapal. Dan telah memilah-milah barang-barang tersebut. Namun hingga kini hasilnya tetap nihil. Tidak ditemukan sabu atau narkoba jenis lainnya.

Tak hanya itu saja, Eko mengatakan untuk mengantisipasi narkoba diselundupkan melalui kapal lain, ia memerintahkan jajaran Direktur Reserse Narkoba Polda di wilayah utara pantai Sumatera melakukan penyisiran dan patroli.

Mulai dari daerah Aceh dari Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Langse, hingga Sumatera Utara di wilayah Tanjungbalai Asahan, dan Tanjung Ledong.

“Lalu daerah Riau dan sekitarnya, serta Palembang, Bangka Belitung, Batam, dan Lampung,” ucapnya.

Selain meminta Direktur Narkoba Polda-Polda yang berada di jalur rawan penyelundupan narkoba, Eko juga menjalin kerja sama dari Bea Cukai daerah-daerah tersebut.

“Patroli bersama sama di wilayah masing-masing, karena rawan jalur kapal yang diduga membawa narkotika,” tuturnya.

Pantauan Batam Pos, tiga anjing pelacak dikerahkan untuk mencari narkotika di antara muatan kapal Win Long BH2998 di gudang penyimpanan ikan milik warga Puakang, Tanjungbalai Karimun, Senin (26/2). Pemeriksaan dilakukan hingga menjelang petang, kemarin.

Humas Kanwil Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Refli, mengatakan hingga tadi malam tim gabungan Bea Cukai dan kepolisian belum menemukan narkotika jenis apapun. Namun begitu, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan.

“Harap teman-teman bersabar hingga pemeriksaan berakhir tuntas,” ujarnya.(san)

Update