batampos.co.id – Untuk memperkuat patroli keamanan di wilayah laut Kabupaten Kepulauan Anambas dan sekitar perairan Natuna, Pangkalan Laut Tarempa mendapat penambahan armada Kapal Patroli. Kapal tersebut berukuran sedang dengan panjang sekitar 28 meter yang terbuat dari aluminium yang dilengkapi dengan sistem persenjataan yang memadai.
Kapal yang dapat melaju dengan kecepatan hingga 24 knot dengan kapasitas 15 personel tersebut diproduksi oleh PT. Texco Bekasi, Jawa Barat. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tarempa, Letkol Laut (T) Arie Cahyo Nugroho mengatakan, kapal dengan panjang 28 meter itu masih menjalani beberapa tahapan sebelum sampai di Tarempa.
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat satu kapal patroli keamanan laut (Patkamla, red). Saat ini kapal tersebut masih di Bekasi, Jawa Barat karena masih ada beberapa tahapan termasuk pengecekan laik jalan. Kalau sudah selesai pasti dikirim ke sini,” kata Arie di Mako Lanal Tarempa Rabu(28/2).
Arie, menambahkan, dengan adanya penambahan kapal patroli itu, secara otomatis akan meningkatkan pengamanan laut Anambas. “Kalau ditambah dengan kapal patroli ini, kapal kita menjadi empat. Adanya kapal baru ini membantu personel TNI AL dalam melaksanakan pengamanan laut,” ujarnya.
Selain kapal patroli, kata Arie, Pos Angkatan Laut (Posal, red) juga dilengkapi dengan kapal karet. Untuk wilayah Lanal Tarempa ada empat perahu karet yang disiapkan di Posal Pulau Mangkai (Jemaja), Posal Palmatak, Posal Mengakit dan Posal Memperuk.
Keempat kapal karet tersebut selama ini beroperasi untuk menjaga kemanan laut yang dianggap rawan terhadap keamanan laut. “Setiap Posal bergerak sesuai dengan situasi dan kondisi dilapangan. Apalagi jika ada laporan dari masyarakat pasti langsung kita tindaklanjuti,”ujarnya.
Menurut Danlanal, untuk melaksanakan pengamanan laut selain TNI AL, masyarakat juga punya hak untuk mengamankan wilayah perairan. Bahkan Lanal Tarempa juga sering mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menjaga kemanan laut termasuk para nelayan. Karena menurutnya, yang bisa bersinergi itu bukan hanya TNI Polri saja tapi masyarakat juga bisa bersinergi.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga laut, termasuk para nelayan. Kami ini hanya alat yang mempunyai keterbatasan, namun dengan bantuan dari masyarakat baik nelayan tentu sangat berarti bagi kami,” katanya. (sya)
