Jumat, 17 April 2026

Pemko Batam Bantah Tempat Hiburan Malam banyak Tutup

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Kabar banyaknya pengusaha tempat hiburan malam (THM) di Batam seperti misalnya diskotik, dibantah oleh Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMTPSP) Batam, Gustian Riau.

“Kabar banyak THM di Batam yang tutup total atau tutup selamanya itu tidak benar. Memang ada yang tutup total, itupun hanya satu saja. Sedangkan THM lainnya seperti kafe ataupun pujasera yang tutup itu sifatnya hanya sementara saja, menunggu sampai kondisi perekonomian di Batam kembali pulih, itupun tak banyak hanya beberapa saja. Ada juga THM seperti pujasera dan kafe yang tutup karena mereka lagi merelokasi tempatnya agar lebih bagus lagi,” ujar Gustian Riau.

Gustian mengatakan hal itu, karena pihaknya belum lama ini turun ke lapangan melakukan pengawasan terhadap THM se-Batam, sekaligus memanggil seluruh pemilik THM untuk memastikan apakah benar kabar tentang banyaknya THM di Batam menutup usahanya.

“Tak dipungkiri, mayoritas pemilik THM mengeluhkan sepinya tingkat pengunjung THM di Batam. Beberapa pemilik THM seperti kafe, tempat karaoke dan pujasera yang pilih menutup usahanya untuk sementara waktu, karena antara cost pengeluaran operasional dengan pendapatan yang didapat, saat ini jauh timpang, lebih besar biaya operasionalnya. Makanya mereka lebih memilih menutup sementara usahanya sembari merenovasinya serta menunggu kondisi perekonomian di Batam kembali pulih,” terang Gustian Riau.

Agar geliat THM kembali ramai di Batam dan hidup lagi, Gustian menegaskan, instansinya akan memberikan kemudahan kepada investor yang hendak berinvestasi atau membuka tempat hiburan malam di Batam.

“Kami akan gencarkan sosialisasi ke tempat hiburan malam di Batam agar tetap eksis. Belum lama ini kami menggelar sosialisasi di kawasan kampung bule. THM di sana memang masih eksis buka, tapi memang kondisinya lagi sepi, karena tenaga kerja asing juga berkurang yang berkunjung. Hal itu dampak dari lagi downnya usaha galangan kapal di Batam. Apalagi tenaga kerja asing yang stay di Batam, sifatnya hanya sebentar saja, setelah itu mereka kembali ke Singapura,” kata Gustian.

Meski kondisi perekonomian di Batam lagi lesu, Gustian menegaskan, ada lumayan banyak juga beberapa pengusaha yang sudah antri mengajukan izin membuka usaha tempat hiburan malam di Batam.

“Ada yang sudah keluar izinnya, ada juga yang tunggu daftar antre. Mayoritas pengusaha itu akan membuka usaha seperti karaoke keluarga, kuliner seperti pujasera serta kafe. Itu benar adanya. Artinya kan di Batam ini masih ada harapan untuk Bangkit. Kalau tidak kan tak mungkin masih banyak pengusaha yang hendak membuka tempat hiburan malam di Batam saat ini,” ujar Gustian mengakhiri. (gas)

Update