batampos.co.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono memastikan jembatan layang (flyover) Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mall tidak dikerjakan tahun ini.
“Belum tahun ini (2018), paling nanti di (tahun) 2019. Mudah-mudahan bisa tahun depan,” kata Basuki usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) di Aston Hotel Batam, Jumat (2/3) sore.
Bahkan menteri yang mahir memainkan alat musik drum ini belum bisa memastikan bulan berapa perkiraan proyek tersebut mulai dikerjakan. Ia menyampaikan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran akan ditetapkan terlebih dahulu sebelum masuk pada proses tender atau lelang. Lamanya proses tender mempengaruhi permulaan pengerjaan jembatan layang kedua Batam itu.
“Lagipula tender belum tentu sekali jadi, mungkin ada sanggahan atau batal. Tapi (jembatan layang) pokoknya 2019,” terangnya.
Menurutnya, bukan hal yang mungkin rangkaian pelaksanaan proyek (lelang hingga pengerjaan) tersebut butuh waktu satu tahun di 2018 ini. Artinya, yang paling masuk akal pengerjaanya dilakukan pada 2019 mendatang.
“Ya enggak bisa, sekarangpun (dipksakan di 2018) tak mungkin setahun selesai, itukan (flyover Simpang Kabil) panjang juga sekitar 400 meter. Jadi tak mungkin satu tahun,” paparnya.
Ia menerangkan sejatinya jembatan layang di Simpang Kabil direncanakan awalnya seiring pengerjaan Flyover Simpang Jam. Namun belakangan KemenPUPR menunda dulu pengerjaan. Ia menampik penundaan tersebut karena ketiadaan anggaran namun anggaran dialihkan ke daerah lain.
“Sekarangkan (jembatan layang) Simpang Jam sudah selesai, nah kami akan programkan kembali yang di simpang Kabil,” ucapnya.
Walau memprogramkan kembali, Basuki mengaku studi pembangunan masih bisa menggunakan studi yang sudah ada. “Desain kalau masih setahun masih bisa dipakai,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Pemerintah Kota Batam masih menatruh harapan permulaan penganggaran flyover ini di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2018.
“Peletakan kontruksi awal di APBN Perubahan 2018 dan pekerjaan berikutnya di APBN 2019,” kata Amsakar singkat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini langsung dilakukan Wali Kota Batam Muhammad Rudi berkoordinasi dengan Kementrian PUPR terkait pembangunan Fly Over (Jalan Layang) di Simpang Kabil. dengan harapan jembatan layang bisa mulai dikerjakan Desember 2018 ini.
Ia menyampaikan, upaya melobi pusat untuk mempercepat pembangunanjalan layang Simpang Kabil bukan tanpa alasan. Menurutnya dengan terbangunnya jalan layang pertama di Simpang Jam kini terjadi penumpukan kendaraan di Simpang Kabil karena kendaraan dari arah Nagoya ke Bandara tanpa kendala.
“suapay macet terurai,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan Pemko Batam telah punya desain jalan layang kedua Batam tersebut. Karena, rencana fly over ini sejak dua tahun lalu namun tertunda karean keterbatasan anggaran. “Konsepnya sama dengan yang sekarang, cuma memang fly over ini lebih panjang, ada dua kali lipat,” sebut dia. Sementara itu, seperti diketahui jalan layang di Simpang Jam bernuansa Melayu dan menjadi salah satu jalan layang tercantik se Indonesia.
Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi di beberapa kesempatan bersama masyarakat kerap meminta dukungan dari agar Desember 2018 nanti jembatan layang di Simpang Kabil terealisasi. Menurutnya pembangunan ada penyertaan arsitektur melayu.
“Saya minta nuansa melayu 100 persen. Saya minta doanya Desember flyover ini dapat mulai dikerjakan,” pungkasnya. (adi)
