
batampos.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menggelar upacara peringatan HUT ke-13 di halaman Mapolda Kepri, Sabtu (3/3). Dalam upacara sederhana itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi membagikan sejumlah penghargaan.
“Saya mengapresiasi anggota (polisi) yang berprestasi, termasuk masyarakat yang berusaha menciptakan kondisi yang aman dan tentram di Kepri,” kata Kapolda dalam sambutannya, kemarin.
Ada empat penghargaan yang diberikan. Antara lain penghargaan kepada anggota Ditresnarkoba Polda Kepri, Intelkam Polres Karimun, seorang warga, dan penghargaan untuk anjing pelacak (K9) milik Bea dan Cukai Batam.
Ia mengatakan penghargaan ini langsung dari Kapolri, tapi melalui Kapolda Kepri. Penghargaan diberikan bagi para anggota yang bertugas melampui batas yang dibebankan ke mereka. “Mereka-mereka ini akan diberikan kemudahan untuk pendidikan,” ungkap Didid.
Didid menerangkan penghargaan kepada anggota Ditresnarkoba Polda Kepri diberikan karena keberhasilan melakukan control delivery terhadap penemuan sabu 66 kilogram di terminal kargo Bandara Hang Nadim Batam.
“Sangat luar biasa,” ucapnya.
Lalu anggota Intelkam Polres Karimun mandapat penghargaan karena berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 19 kilogram di Pulau Buru, Kabupaten Karimun, belum lama ini. Padahal, tim nya hanya menggunakan kapal kayu jenis pompong saat mengejar penyelundup itu.
“Aksi yang luar biasa, karena hanya bermodalkan pompong kayu mengejar penyelundup narkoba,” ujarnya.
Sementara seorang warga sipil diberi penghargaan atas informasi yang diberikan ke Polda Kepri tentang dugaan korupsi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
“Dan untuk unit K9 Bea Cukai, khususnya anjing pelacak Andro, berhasil menemukan sabu 1,6 ton di Kapal Min Liang Yu Yun,” tuturnya.
Didid juga memberikan apresiasi ke jajaran Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri. Di bawah arahan Kombes Pol Budi Suryanto, Ditreskrimsus Polda Kepri mendapatkan peringkat ke empat dalam penanganan korupsi. “Lalu Bid Propam Polda Kepri yang meraih juara satu,” ucapnya.
Ia mengatakan apresiasi dan pengharagaan untuk polisi-polisi yang telah bekerja keras. “Siang dan malam, demi menciptkan kamtibmas,” tuturnya.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinilai cukup baik ini, kata Didid harus tingkatkan lagi. Ia mengatakan mencermati perkembangan lingkungan beberapa waktu terakhir ini dan agenda nasional ke depan. Hal ini haruslah jadi perhatian pihak kepolisian. Karena dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Kepri.
Lalu, ia meminta jajarannya melakukan pemetaan akan potensi terorisme, narkoba, bencana alam, serta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Terkait KKN, Didid menuturkan ini sudah menjadi tuntutan masyarakat terhadap pemerintah dan kepolisian, untuk menuju pemerintahan yang bersih.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di Kepri, untuk bahu-membahu menumpas semua praktik kejahatan ini. Agar Kepri menjadi lebih baik lagi. Saya tetap dengan komitmen, pemberantasan judi, narkoba, dan penyelundupan,” tegasnya. (ska)
