batampos.co.id – Plafon bangunan SMAN 1 Ranai hingga saat ini masih rusak, setelah terdampak cuaca buruk beberapa bulan lalu. Bahkan seluruh plafon bangunan kelas yang dibangun tahun 2015 lalu jebol. Rusak terkena air hujan disertai angin kencang musim Utara dan merusak atap sekolah.
Menurut siswa, kondisi plafon yang sudah rusak mengurangi nyaman saat belajar. Karena suhunya cukup panas.
Kepala SMAN 1 Rana Budiriyanto mengatakan, kondisi plafon ruang belajar sudah dilaporkan kepada dinas pendidikan, baik di provinsi dan kabupaten dan DPRD. Namun belum diketahui tindak lanjutnya.
“Harapan pihak sekolah, plafon yang rusak dapat diperbaiki. Karena mengurangi kenyamanan siswa belajar,” kata Budi kemarin.
Dikatakan Budi, SMAN 1 Ranai adalah sekolah rujukan yang dibangun dua lantai di tahun 2014-2015 lalu. Dan resmi digunakan tahun 2016. Namun tahun 2016 itu, kondisi plafon ruang belajar sudah mulai rusak dan ada yang terjatuh. Ditambah air hujan merembes saat angin kencang.
“Plafon sudah lama rusak, sampai terjatuh tiba-tiba. Hampir menimpa siswa sedang belajar. Untung saat itu jam istirahat,” ungkap Budi.
Kondisi rusak plafon terus merembet diruang kelas lantai II. Karena kawatir menimpa siswa saat belajar, akhirnya seluruh plafon ruang belajar diturunkan semua.
“Memang tidak semua plafon rusak, tapi kami kawatir keselamatan siswa saat belajar. Jadi kami inisiatif merobohkan semua plafon ruang belajar. Memang kondisinya juga rusak, cuma nunggu waktu saja akibat terkena air hujan,” ujar Budi.
Seperti diketahui, pembangun gedung SMAN 1 Ranai ini dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2014 lalu, menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Belum lima tahun, plafon sudah rusak.(arn)
