Rabu, 8 April 2026

Kunjungan Wisman Turun Selama Tiga Tahun

Berita Terkait

Salah satu objek wisata yang dikelola oleh swasta, Bukit Sritas Puncak Asmara yang berada di Desa Lubuk Kecamatan Kundur menjadi primadona bagi kalangan remaja. F. Imam Soekarno/batampos.co.id

batampos.co.id – Selama tiga tahun, kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Kabupaten Karimun terjadi penurunan. Sebelumnya kunjungan Wisman pernah mencapai 90 ribu orang, kini tercatat sekitar 60 ribuan di tahun 2017.

“Saya berharap harus ada terobosan baru untuk meningkatkan kunjungan Wisman ke Karimun. Dan Dispar sudah mempersiapkan 10 event pada tahun ini untuk menarik kunjungan Wisman ke sini (Karimun, red),” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Sabtu (17/3) lalu.

Diakui, Kabupaten Karimun dulu pernah berada di urutan ketiga dalam hal kunjungan wisatawan setelah Kota Batam, dan Bintan. Akan tetap, Karimun sudah berada di posisi ke empat setelah Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Ini artinya, Kabupaten Karimun harus segera berbenah dalam menarik wisman ke Karimun.

“Kalau dilihat objek wisata cukup banyak di Karimun. Tinggal bagaimana memenejnya saja untuk menarik wisman. Sehingga, bisa mendongkrak perenomian masyarakat nantinya,” ungkapnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Kundur Raja Jurantiaz menegaskan, program Pemerintah Karimun untuk mendongkrak dunia pariwisata tidak jelas. Terutama, lebih terpaku pada kegiatan di pusat ibu kota kabupaten.

Padahal di luar Pulau Karimun, seperti Kundur, dan Moro, cukup banyak potensi objek wisata yang belum tergarap seacara optimal. Mirisnya, objek wisata yang seharusnya lebih bernilai malah terkesan tidak diperhatikan.

“Anda bisa lihat sendirilah, Pulau Kundur sama sekali dunia pariwisata mati total. Sudah cukup lama lebih dari tiga tahun. Nah, sekarang apa terobosannya dari Pemerintah Kabupaten Karimun,” sergahnya.

Untuk potensi dunia pariwisata cukup bagus di Kabupaten Karimun. Asalkan, bisa dialokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur ditempat-tempat objek wisata secara bertahap. Malah sebaliknya, di pulau Kundur sekarang sudah mulai melakukan pembenahan di objek wisata secara pribadi.

“Ada objek wisata yang disulap secara pribadi. Dan menjadi alternatif masyarakat lokal, untuk liburan diakhir pekan bersama keluarga,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun H Zamri ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pintar belum diangkat, begitu juga melalui pesan singkat tidak ada jawaban. (tri)

Update