
batampos.co.id – Sebanyak 1.200 peserta dari sedikitnya 48 negara mengikuti Tour de Bintan (TdB) 2018. Peserta dilepas oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Republik Indonesia Asman Abnur di Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (24/3).
Turut hadir dalam pelepasan peserta TdB 2018, Staf Ahli Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ratna Sari, Wakil UCI Internasional Dato’ Amarjid Sight Gill, perwakilan ICF Budi Saputro, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi, Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Dalmasri Syam dan GGM PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) Abdul Wahab dan GM Administrasi PT BRC Aditya Laksamana.
Dalam sambutannya MenPAN RB Asman Abnur mengapresiasi pelaksanaan event olahraga kepariwisataan yang dilaksanakan di Kabupaten Bintan. Terlebih keindahan alam di Kabupaten Bintan sangat mendukung.
Malah harapnya, kepariwisataan di Kabupaten Bintan bisa menjadi Balinya wilayah Indonesia bagian Barat.
Harapan tersebut akan terwujud apabila pemerintah, pihak swasta dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan. “Kunci suksesnya selalu bersama,” ujar dia.
Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, jumlah peserta TdB 2018 meningkat dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 1.200 peserta dari kurang lebih 48 negara.
TdB 2018, lanjut dia, berdasarkan data Union Cycliste Internationale (UCI) merupakan event balap sepeda dengan jumlah peserta terbesar di Indonesia.
“Itu yang disampaikan perwakilan UCI kepada kami tadi bahwa jumlah peserta TdB 2018 terbanyak daripada daerah lainnya,” kata dia.
Selain itu, untuk kedua kalinya balap sepeda TdB 2018 masuk dalam kalender olahraga UCI. Di Asia, event balap sepeda series world champion tersebut hanya dilaksanakan di Bintan dan Dubai.
“Ini kebanggaan kita,” kata Apri.
Event TdB 2018 masih menurut dia, sebagai salah satu upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan. Jujur, lanjut Apri, pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam menunjang sektor pariwisata di Kabupaten Bintan.
Karena pariwisata di Kabupaten Bintan tidak semata menjual keindahan alam dan kedekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Namun dengan melalui event event olahraga dan kepariwisataan international yang digelar seperti Ironman, Triatlon dan Metana dan lainnya diharapkan terus menggenjot angka jumlah wisatawan baik mancanegara dan nusantara yang berkunjung ke Kabupaten Bintan.
“Fokus di 2018 adalah pembangunan infrastruktur penunjang kepariwisataan sehingga mampu ikut meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat kita,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia pun memperkirakan melalui event TdB 2018 dengan jumlah peserta 1.200 peserta telah mendatangkan lebih kurang 5 ribu wisatawan.
Jumlah wisatawan diasumsikan apabila satu wisatawan membawa serta official dan media dalam event balap sepeda TdB 2018, maka jumlah wisatawan selama tiga hari pelaksanaan TdB 2018 berkisar 4 ribu -5 ribu wisatawan.
“Jika seorang wisatawan membelanjakan uangnya Rp 3 juta per hari dikali tiga hari perputaran uang selama tiga hari saja berkisar 7 hingga 12 miliar,” jelas Apri.
Apri juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kahupaten Bintan pada tahun 2017 mencapai berkisar 6,17 persen. Pertumbuhan ini melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Kepri.
Hari kedua pelaksanaan TdB dilakukan dua kategori yakni Gran Fondo Classical 144 Kilometer dan Gran Fondo Challenge 82 Kilometer. Hari ketiga atau Minggu (25/3) peserta TdB 2018 akan mengikuti kategori Gran Fondo Century 111 kilometer dan Gran Fondo Discovery 55 kilometer dengan start di Nirwana Gardens dan Bintan Ferry Terminal, Lagoi. (met)
