Selasa, 7 April 2026

Tertipu, Jamaah Asal Batam belum Berangkat ke Tanah Suci

Berita Terkait

batampos.co.id – Kasus penipuan jamaah umrah oleh biro perjalanan umrah Solusi Balad Lumampah (SBL) juga terjadi di Batam. Hingga saat ini sedikitnya ada tujuh calon jamaah yang belum diberangkatkan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Erizal Abdullah membenarkan jika SBL membuka cabang di Batam. Bahkan, sampai saat ini, masih ada tujuh orang calon jamaah yang menjadi korbannya. Namun, menurut Erizal, pihak SBL Batam telah mengurus keberangkatan ketujuh jamaah itu.

“Artinya, SBL Batam bertanggungjawab,” kata Erizal, Rabu (28/3).

Erizal mengatakan, SBL Batam sudah tidak beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Namun mereka tetap memperhatikan ketujuh calon jamaahnya yang belum berangkat.

Cerita Erizal, pihak SBL Batam mendatangi Kantor Kemenag Batam dan meminta agar ketujuh jamaah itu difasilitasi keberangkatannya ke Tanah Suci dengan biro haji dan umrah lainnya. Semua biaya perjalanan umrah ketujuh calon jamaah itu akan ditanggung SBL Batam.

Selain SBL, lanjut Erizal, biro umrah PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours juga sempat akan membuka cabang di Batam. Biro umrah yang berpusat di Makassar itu bahkan sudah menyewa ruko di Komplek Sukajadi.

“Kami beritahu syarat-syarat yang mesti dipenuhi,” kata Erizal.

Namun saat dalam proses pengurusan izin itu, terjadi kasus dugaan penipuan di ABU Tours pusat. Sejak saat itu, ABU Tours Batam tak ada kabarnya lagi.

“Jadi baru sebatas mengajukan izin,” kata Erizal.

Terkait maraknya penipuan oleh biro perjalanan umrah saat ini, Erizal mengimbau agar masyarakat waspada dan teliti dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah. Setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan agar calon jamaah tak tertipu.

Pertama, pastikan biro umrah itu memiliki izin dan masih berlaku, kedua pastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan, ketiga pastikan program layanan, keempat pastikan hotel, dan kelima pastikan visa yang digunakan.

“Selain itu kalau dirasa biaya umrah tidak logis atau terlalu murah, masyarakat juga harus cerdas dan waspada,” sebut Erizal.

Idealnya, kata Erizal, biaya umrah di atas Rp 20 juta. Sebab untuk tiket ke Arab Saudi saja berkisar antara Rp 8 juta sampai Rp 9 juta. Belum termasuk biaya akomodasi dan lainnya. Sehingga jika ada biro travel yang menawarkan biaya Rp 14 juta atau Rp 18 juta, Erizal memastikan nantinya akan bermasalah.

ilustrasi

“Kalau ada promo seperti itu berarti uangnya ditumpuk dulu, nanti setelah terkumpul baru diberangkatkan,” terang dia.

Selain itu, Kemenag juga menetapkan masa tunggu keberangkatan jamaah umrah tidak boleh dari enam bulan. “Kalau misal ada yang lebih setahun belum berangkat berarti uangnya sudah diputar dulu,” jelasnya.

Erizal menyarankan, bagi masyarakat Batam yang ingin berangkat umrah sebaiknya menggunakan jasa travel umrah lokal. Sebab, selain sudah teruji memberangkatkan jamaah umrah, pemiliknya dan kantor induknya juga ada di Batam. Sehingga ketika ada masalah, masyarakat bisa mendatangi langsung kantor induknya. Berbeda dengan travel cabang, ketika ada masalah mereka kabur dan kantornya ditutup. Sehingga calon jamaah akan bingung.

“Hal ini untuk menghindari risiko yang tak diinginkan,” jelasnya.

Senada dengan Erizal, Direktur Zulindo Tour & Travel, Aguscik, mengatakan masyarakat harus cerdas dalam memilih biro umrah. Hal penting yang harus dicek oleh calon jamaah adalah izin agen atau biro umrah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga harus memastikan travel tersebut sudah memiliki visa dan lisensi. Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada jika ada biro umrah yang menawarkan harga murah.

Menurut dia, kebanyakan biro umrah yang gagal memberangkatkan calon jamaahnya itu adalah biro yang menawarkan harga di bawah standar seperti Rp 18 juta, Rp 16 juta, bahkan ada yang Rp 14 juta.

“Tahun pertama mungkin mereka bisa memberangkatkan. Namun tahun berikutnya akan gagal berangkat, karena mereka harus mengumpulkan uang dari jamaah dulu baru berangkat. Artinya uang dikumpulkan dulu,” terang Aguscik, kemarin.

Karenanya, Aguscik mengimbau agar masyarakat tidak terkecoh dengan biaya murah yang ditawarkan. Sebab biaya yang rendah itu ternyata memiliki risiko tinggi untuk gagal berangkat ke Tanah Suci.

Selain itu, Aguscik menyarankan agar masyarakat memilih biro yang sudah berpengalaman sebagai partner untuk ibadah umrah maupun haji. “Paling penting pastikan dulu, kalau harus nunggu setahun baru berangkat, itu sudah nggak benar dan harus diwaspadai. Berarti uang jamaah sudah diputar dulu,” jelasnya.

Sementara pantauan Batam Pos, kantor SBL Batam di Ruko Mega Legenda Blok A2 Nomor 33 Batam Center tutup. Tidak ada kegiatan sama sekali di ruko dua lantai itu. Bahkan kantor yang dicat warna hijau itu terlihat kotor dan tak terurus.

Papan nama SBL juga sudah tak dipasang lagi. Yang terlihat justru tulisan “Disewakan” di bangunan ruko tersebut. Menurut pedagang di sekitar ruko tersebut, SBL memang sudah tutup sejak sebulan lalu.

“Setahu saya sejak Februari lalu sudah tidak buka lagi mas,” kata Wati, seorang pedagang di Mega Legenda.

Sebelumnya, Kementerian Agama mencabut izin empat biro umrah yang terbukti nakal, Selasa (27/3).

Keempat biro umrah itu adalah PT Amanah Bersama Ummat (ABU Tours) yang berdomisili di Makassar, Solusi Balad Lumampah (SBL) di Bandung, Mustaqbal Prima Wisata di Cirebon, dan Interculture Tourindo di Jakarta. (rng/yul)

Update