batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Di mana diprediksi akan banyak OPD penghasil yang tidak akan memenuhi target.
“Menurut saya akan banyak OPD yang tidak akan memenuhi target. Misalnya BPHTB yang anjlok dan juga dari pendapatan pariwisata,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba, Selasa (3/4).
Ia mrngatakan dalam waktu dekat akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah OPD penghasil. Ini untuk melihat realisasi pendapatan asli daerah.
“Kita akan lihat berapa nantinya di triwulan pertama yang sudah didapatkan. Tetapi saya yakin, pendapatannya tidak akan terlalu jauh dibanding tahun lalu,” katanya.
Menurut Mulia Rindo kondisi perekonomian sangat mempengaruhi pendapatan daerah. Misalkan pajak hiburan dan hotel yang minim karena tingkat hunian yang masih rendah.
“Tetapi kami berharap itu jangan menjadi alasan utama bagi pegawai untuk tidak maksimal. Harus bekerja keras untuk PAD ini,” katanya.
Penghasilan tahun ini akan menjadi acuan untuk APBD Perubahan 2018 mendatang. Kalau memang masih minim maka akan ada beberapa kegiatan yang akan ditunda. “Jadi ada nanti pembangunan prioritas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gustian Riau, salah satu OPD penghasil mengatakan bahwa memang PAD agak tersendat karena beberapa hal. Misalnya retribusi IMB yang tidak sesuai target karena memang saat ini masih ada masalah untuk pembangunan.
“Saya kurang ingat sudah berapa yang kita dapatkan. Tapi memang belum terlalu tinggi. Ini juga karena permasalahan pembangunan seperti IPH beberapa waktu lalu.
Tetapi intinya kita berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan PAD ini. Semua pelayanan perizinan kita permudah,”katanya. (ian)
