
batampos.co.id – Sebanyak 46 jabatan eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam kosong. Untuk itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta para pejabat yang kini tidak memiliki jabatan untuk mengumpulkan data ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) untuk ditempatkan di jabatan yang kini kosong.
Kepala BKP SDM, M Sahir mengatakan hingga Senin (2/4) sore sudah ada 28 pejabat yang menyampaikan keinginan untuk ditempatkan di posisi-posisi yang kosong. “Kami beri waktu satu dua hari lagi,”kata Sahir.
Ia mengatakan, rata-rata posisi yang kosong berada di hinterland yakni dengan jumlah 37 posisi dan tersebar di Kecamatan Belakangpadang dan Galang. Artinya hanya sembilan di mainland.
“Sebagian dari teman-teman yang nonjob tadinya di mainland, nah untuk ke hinterland sepertinya tidak tertarik, sehingga mereka memilih tak apalah kami staf saja di Mainland,”ucapnya. Namun ia tak menampik, kekosongan karean ada beberapa posisi karean pejabat ada yang meninggal dan pindah.
Ia mengatakan, walau belum memiliki data jumlah pasti pejabat eselon IV yang nonjob juga banyak eks eks Rumah Umum Daerah Embung Fatimah. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu rumah sakit plat merah ini disorot Badan pemeriksa Keuangan, salah satu pointnya yakni pergantian komposisi pejabata untuk posisi tertentu.
“Nanti mereka yang dari Embung Fatimah ini bisa di Pustu (Puskesmas Pembantu),”ucap dia.
Ia mengklaim, kini pihaknya tengah gencar melakukan pemerataan penugasan hingga ke hinterland, pejabat tidak seharusnya ingin bertugas di pusat kota. Bertugas di hinterland, ia yakini dapat menambah pengalaman aparatur sipil negara dalam melayani masyarakat. Penempatan disesuaikan dengan latar belakang kemampuan aparatur.
“Kini purna praja IPDN kami tempatkan dipinggiran semua, dalam rangka upaya suapay punya pengalaman. Misal di tempatkan di Pulau Karas atau Pulau Kasu, mereka dapat menimba ilmu yang banyak,”paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhamamd Rudi mengatakan jabatan yang kosong cukup banyak dan harus diisi. Ia mengaku memberikan kesempatan kembali pada beberapa pejabat yang tidak memiliki jabatan termasuk yang pernah melakukan kesalahan, namun tidak diperkenankan memegang jabatan yang berkaitan dengan keuangan.
“Orang ada saatnya salah, pada waktunya akan benar. Yang bermasalah kita kembalikan, supaya mereka memperbaiki diri,”kata Rudi.
Menurutnya, dalam mengelola Sumber Daya Manusia tidak juga bisa diterapkan hal yang frontal tanpa memebrikan kesempatan kepada pejabat untuk memperbaiki diri, semasih kesalahan dalam batas yang wajar.
‘Mereka juga butuh penghidupan untuk anak istri mereka. Kalau tidak baik juga ya tindak. Mudah-mudahan mereka membaik,”katanya.
Sementara eselon tiga tidak ada yang kosong, sementara eselon dua hanya satu yang kini dijabat pejabat sementara yakni Kepala Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam yang kini dirangkap oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Eryudhi Apriadi. Sementara dua posisi lain yang akan kosong yakni Kepala DInas Pendidikan dan Assisten ekonomi Pembangunan yang pimpinannya akan pensiun. April dan Juni mendatang. (adi)
