
batampos.co.id – Pergelaran Batam Menari 2018 sukses digelar, Minggu (8/4) malam. Dengan melibatkan lebih dari 20 ribu penari, ajang tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori jumlah penari terbanyak.
Piagam penghargaan MURI langsung diserahkan usai acara oleh Senior Manager MURI Yusuf Madri kepada Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo selaku penggagas acara tersebut, tadi malam.
“Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. Selamat kepada Batam yang mendapatkan penghargaan ini,” kata Yusuf usai menyerahkan piagam.
Penyerahan piagam disaksikan oleh pencipta Tari Rampai Batam, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur.
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo yang menerima penghargaan ini gembira bukan kepalang. “Ini membuktikan Batam itu kota yang asyik,” katanya.
Puncak acara Batam Menari dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 20.176 penari terlihat kompak membawakan Tari Rampai Batam. Sementara 150 instruktur tak kalah semangat dengan para peserta.
Tari Rampai Batam merupakan tarian yang mengkombinasikan tema kegembiraan yang diusung lagu pengiringnya dan dipadukan dengan gerakan tari yang lemah gemulai tapi dinamis.
Seluruh peserta tari kelihatan sangat gembira. Mereka menari dengan gerakan yang luwes dan menarik untuk dilihat.
Para instruktur menggunakan kostum khas Melayu sedangkan masyarakat yang ikut menari mengenakan kostum khas Batam Menari dengan beragam aneka warna.
Tari Rampai Batam berlangsung selama 15 menit pada awalnya. Namun MC Ivan Gunawan yang ternyata juga antusias merasa kurang puas kalau hanya sekali.
Ia kemudian meminta Tari Rampai Batam dilakukan sekali lagi. “Ayo sekali lagi dong. Masih bisa kan,” seru Ivan dari panggung utama.
Tak menunggu lama, musik kembali beralun. Ribuan penari pun kembali antusias membawakan Tari Serampai Batam.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Wali Band. Sebelumnya juga penampilan dari Zaskia Gotik dan Angel Percussion yang tak kalah menghibur penonton. Acara kemudian ditutup dengan pesta kembang api.
Momen Bangkitnya Sektor Pariwisata

Pencipta Tari Rampai Batam, Guruh Soekarno Putra, meyakini ajang Batam Menari 2018 bakal menjadi momen bangkitnya sektor pariwisata di Kota Batam. “Batam sempat jaya dulu, tapi surut. Saya berharap Batam Menari ini bisa mengembalikan kejayaan pariwisata di Kota Batam,” kata Guruh Soekarno Putra, tadi malam.
Menurut Guruh, Tari Rampai Batam bisa menjadi brand baru wisata budaya di Batam yang bisa ditawarkan kepada dunia. Guruh menekankan destinasi pariwisata yang mengutamakan kebudayaan daerah dapat menjadi aset utama dalam menari minat wisatawan mancanegara.
“Contohnya Bali dengan budaya dan keseniannya. Karena itulah, maka Bali bisa dikenal dunia. Sedangkan Batam yang hanya beberapa jengkal dari mancanegara perlu mempertimbangkan hal tersebut untuk hal yang sama,” paparnya.
Pria yang karib disapa GSP ini menambahkan, Tari Rampai Batam diciptakan dengan memadukan sisi spiritualitas dan budaya dalam sejumlah gerakan harmonis. Sebab kata dia, tarian bukan sekadar seni olah gerak tubuh. Tetapi juga melibatkan sisi spiritualitas sebagi bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Ia juga mengaku tidak menyangka bahwa tari yang diciptakan olehnya mendapat apresiasi yang begitu luar biasa dari masyarakat Batam. Capaian 22 ribu peserta merupakan angka yang luar biasa untuk jumlah peserta tari dalam sekali event.
“Tari Rampai Batam itu seperti melambangkan beragam bunga. Baunya memang beda tapi tetap saja harum. Sama seperti masyarakat Batam yang heterogen yang terdiri dari berbagai etnis,” katanya.
Hal senada disampaikan Senior Manager Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) Yusuf Madri. Menurut Yusuf, pencapaian tersebut sangat luar biasa. Sebagai saran tambahan, ia mengatakan event Batam Menari ini perlu dilaksanakan setiap tahun dan juga dipadukan dengan berbagai unsur industri kreatif di Batam.
“Inilah yang menjadi identitas Batam yang dapat dijual ke wisman. Apalagi jika bisa dipadukan dengan ekonomi kreatif, akan baik hasilnya,” katanya.
Komposer Nino Gracia dan pedangdut Zaskia Gotik juga sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Nino menyebut BP Batam sangat menghargai keragaman budaya nusantara dengan mengikutsertakan musisi nasional dan artis nasional dalam menyemarakkan Batam Menari ini.
“Terima kasih telah mengajak musisi. Dan semoga Batam Menari ini bisa bergema ke seluruh dunia,” katanya.
Sedangkan Zaskia Gotik yang tadi malam tampil seksi dalam balutan busana merah hati mengaku takjub dengan banyaknya peserta Batam Menari. (leo)
