
batampos.co.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri punya misi mengajak pemuda pemudi di Batam lebih memikirkan peluang usaha untuk masa depan. Bahkan, saat ini HIPMI memiliki program go to School dan go to kampus agar misi tersebut bisa tercapai.
Kemarin, rombongan pengurus Hipmi Kepri terpilih mengunjungi kantor Redaksi Batam Pos di Gedung Graha Pena lantai 2 Batam Pos. Rombongan yang dipimpin Ketua Umum HIPMI Kepri Huzeir Zul datang bersama pengurus lainnya seperti Fadli, Elyn, Siti, Lisa, Yelly dan Edi Coki. Kedatangan mereka pun disambut Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim, Direktur Guntur Marchista Sunan, Wakil Pimred Yusuf Hidayat, Manajer Iklan Try Agus dan Manajer Pemasaran Heri Anton.
Ketua Umum HIPMI Kepri, Huzeir Zul mengatakan pengurus baru HIPMI Kepri memiliki beberapa program unggulan. Diantaranya, program Go To School dan Go To Kampus yang bertujuan mengubah cara pandang pemuda. Agar kedepannya, mereka tidak memikirkan untuk menjadi PNS setelah tamat kuliah, namun lebih menjadikan ijazah mereka sebagai modal untuk usaha.
“Bahkan kedepannya juga ada go to pesantren. Intinya misi Himpi menanamkan anak muda di Batam untuk memiliki usaha. Sebab anak muda di Batam luarbiasa,” ujar Huzeir.
Menurut dia, program-program itu sudah mulai berjalan meski pelantikan dan pengukuhan baru dilaksanakan pada 17 April mendatang. Kegiatan itu juga bersampena dengan Rakerda dan Diklatna dengan tema
“Partisipasi Pengusaha Muda di Era Ekonomi Digital dalam meningkatkan perekonomian daerah”.
“Bahkan sebelum pelantikan, kami sudah bertemu dengan Presiden , Menko dan dua menteri untuk menyampaikan misi, program hingga masukan tentang proyek di Batam,” ujar Huzeir.
Masukan itu sengaja disampaikan sebab selama ini proyek strategis pemerintah di Batam jarang melibatkan pengusaha yang berdomisili di Kepri. Proyek tersebut banyak dinikmati oleh perusahaan BUMN atau pengusaha yang tidak berdomisili di Kepri.
“Padahal kami HIPMI tak hanya ada di Kepri, namun seluruh Indonesia, tapi sangat jarang dilibatkan. Dan ini yang membuat kami miris,” curhat Huzeir.
Dikatakan Huzeir, seharusnya proyek strategis bisa melibatkan pengusaha daerah, meski tidak untuk proyek utama. Paling tidak untuk penyuplay untuk pembangunan proyek strategis tersebut.
“Saat itu kami mendapat respon positif dari Presiden yang juga merupakan pengurus HIPMI di Solo. Mudah-mudahan kedepannya bisa jadi pertimbangan untuk pemerintah daerah,” ujar Huzeir. (she)
