
batampos.co.id – Kepala gudang bulog baru Siantan, Yonedi, mengatakan dalam waktu dekat beras bulog akan tiba di gudang bulog baru Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas. Jumlahnya 500 ton. Jumlah yang sama juga diperuntukkan bagi Kabupaten Natuna. Totalnya 1.000 ton untuk dua kabupaten tersebut. Beras ini untuk cadangan pangan pemerintah (CPP).
CPP, ini bisa disalurkan untuk beras kesejahteraan rakyat (Rastra) yang sasarannya untuk masyarakat tidak mampu, kemudian untuk disalurkan kepada korban bencana alam dan untuk stabilisasi harga beras di lapangan.
Jika stok beras dipasaran menipis kemudian harga beras melambung, maka beras ini dapat dikeluarkan untuk mengatasi kelangkaan beras sekaligus menstabilkan harga beras. “Sebelumnya dikabarkan akhir Mei ini tiba di Anambas, tapi sekarang informasinya masih di Dabo, kemungkinan tidak lama lagi, tapi kita tidak bisa prediksi kapan,” ungkapnya Minggu (27/5).
Untuk stabilisasi harga, kata Yonedi, belum dilakukan karena melihat kondisinya, saat ini stok dan harga beras stabil jadi belum ada permintaan pemerintah untuk melakukan operasi pasar. “Jika ada permintaan dari pemerintah kita siap untuk melayani,” ungkapnya lagi.
Dikatakannya jika beras yang nantinya akan dikirim ke bulog Anambas merupakan kualitas medium. 500 ton tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat tidak mampu di Anambas. Jumlah warga yang menerima Rastra sebanyak 3.213 warga.
Sementara itu, di Natuna, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Natuna Helmi Wahyuda mengatakan, ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, maupun minyak goreng untuk bulan Ramadan masih mencukupi. Bahkan gudang Bulog Ranai kata Helmi, akan menyetok 500 ton beras. Untuk antisipasi terjadi lonjakan harga dan kelangkaan beras di pasaran.
“Beras sudah dipastikan aman selama bulan puasa. Lonjakan harga jual dipastikan dapat dicegah,” ujar Helmi kemarin.
Tidak hanya itu, hampir setiap pengusaha lokal menyetok 139 ton beras saat ini. Sementara stok gula dan minyak goreng, bulog Ranai juga mendatangkan 2.000 liter dan 100 ton gula. Stok bahan pokok ini dipastikan cukup hingga menyambut lebaran.
“Data dari pedagang, mereka juga punya gula sekitar 131 ton. Ditambah stok bulog 100 ton. Harga sudah tentu bisa ditekan pemerintah,” ujarnya. (sya/arn)
