batampos.co.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepri menggelar seminar untuk Penguatan kapasitas Penyuluh, Peneliti dan Teknisi Penelitian dan Perekayasaan di Kantor BPTP Kepri, Senin (28/5).
Dalam seminar yang bertemakan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi Inovasi Pertanian tersebut, hadir sebagai pembicara yakni Manajer Strategi dan Komunikasi Batam Pos, M. Riza Fahlevi. Pada kesempatan tersebut, Riza mengatakan, pada penulisan opini atau artikel, penulis harus memberikan informasi yang mengandung hal baru atau aktual serta hal yang sedang berkembang di masyarakat.
Riza menambahkan, menggunakan bahasa populer dan mudah dipahami pembaca juga diperlukan dalam penulisan artikel atau opini. “Gunakan bahasa lisan yang mudah dipahami,” katanya.
Menulis, sambung Riza, harus berdasarkan data, informasi dan referensi. Riset juga perlu dilakukan penulis. Sebelum menulis, penulis juga harus mempunyai tema yang akan dituangkan dalam artikel atau opini. Menurutnya yang paling penting penulis menggunakan logika dalam merangkai kata demi kata.
“Untuk mengingat hal baru, agar tidak lupa, segera tulis, bisa di blog atau pun media lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha BPTP Shahrul Hadi Nasution mengatakan, dengan adanya seminar strategi dan teknik menulis ilmiah di media cetak tersebut, dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan teknik dan tata cara menulis yang baik bagi penyuluh, peneliti maupun teknisi di BPTP Kepri.
Sharul berharap, kegiatan tersebut terus diselenggarakan secara rutin untuk menambah pengetahuan mengenai teknik penulisan artikel dan opini agar penyuluh dan peneliti dapat mempublikasikan tulisan yang bermanfaat untuk masyarakat mengenai inovasi teknologi pertanian di Kepri. “Adanya kerja sama pemberitaan, opini dan artikel dengan media, sangat penting bagi peneliti dan penyuluh untuk menunjang kenaikan pangkat,” kata Shahrul.
Pada seminar tersebut, BPTP Kepri juga menghadirkan pembicara dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian yakni Dani Medionovianto. Dalam kesempatan tersebut Dani menyampaikan mengenai pengembangan media penyuluhan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk diseminasi inovasi teknologi.(odi)

