
batampos.co.id – Akun media sosial Facebook milik salah seorang warga Patam Indah, Bong Soin, 38 dibajak oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Lewat akun dengan nama Julius Sibagarianglia, pengguna akun itu memposting ujaran kebencian terhadap agama lain. Sehingga hal itu memancing emosi warga Batam dan sempat heboh.
“Benar, kalau akun itu punya saya. Tapi akun itu sudah lama tidak saya gunakan atau sejak tahun 2017 lalu tidak pernah lagi saya gunakan,” ujar Bong Soin.
Menurut Bong Soin, ia tak pernah lagi menggunakan akun facebook itu lantaran sudah lupa kata sandi atau password nya. Sehingga ia pun membuat akun favebook baru.
Menurutnya, ia baru mengetahui kejadian itu setelah temannya mengirimkan screenshot status provokasi di facebook itu melalui pesat Whatsapp, Senin (28/5).
“Karena saya merasa tidak salah dan bukan saya yang posting. Saya datang ke Polresta Barelang untuk membuat laporan polisi,” tuturnya.
Setelah melaporkan kejadian ini ke Polresta Barelang, Bong Soin membuat pernyataan bahwa status dalam facebook itu bukan dirinya yang menulis. Ia pun diminta untuk menandatangani surat pernyataan diatas materai.
“Memang saya belum ada dapat ancaman dari masyarakat. Cuma saya datang kesini untuk memastikan bahwa bukan saya yang gunakan akun itu. Jadi kalau ada masyarakat yang datang, saya bisa tunjukkan surat laporan saya ke polisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan Bong Soin mengatakan bahwa tim Patroli Cyber Sat Reskrim Polresta Barelang masih bekerja untuk mencari siapa yang membuat akun tersebut.
“Dia membuat laporan ke Polres untuk lakukan klarifikasi bahwa facebook dia itu bukan dirinya yang menggunakan,” ujarnya.
Kepada masyarakat, Andri meminta untuk tidak mudah terprovokasi dengan status yang menyinggung sara. Untuk itu, jika ada sesuatu yang menyinggung sara, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan mencari tau kebenarannya terlebih dahulu.
“Contohnya aja dalam kasus ini. Ada orang yang tidak bertanggung jawab mencoba menimbulkan konflik. Saya harap masyarakat untuk bersabar. Kami masih bekerja untuk mengungkap siapa pengguna akun ini,” imbuhnya. (gie)
