Senin, 6 April 2026

Putu Piring Jajanan Khas Melayu

Berita Terkait

Seorang pedagang Kue putu piring di Pasar Ramadhan Tanjunguma saat membuat kue putu miring yang akan dijajakan kepada pembeli, Selasa (29/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Daerah Melayu memiliki jajanan khas yang biasa disebut putu piring. Sayangnya, makanan ini sudah sangat jarang dijumpai di daerah Melayu terutama Batam.

Namun, setiap bulan Ramadan jajanan ini bisa ditemui di kawasan pasar Kampung Tua Tanjunguma. Penganan khas Melayu berbahan dasar tepung beras yang di dibuat dengan cara uap ini memiliki rasa yang khas. Apalagi dengan lumeran gula aren atau merah yang ditaburi serutan buah kelapa.

Di Tanjunguma hanya ada seorang penjual kue putu piring. Selama bulan ramadan, ia menjual putu piring bersama anak gadisnya mulai pukul 14.00 WIB hingga berbuka. Setiap hari, ia bisa membuat ratusan kue putu piring dengan warna khas kuning.

“Buatnya cuma sebentar, tak sampai dua menit. Diuap seperti buat kue putu biasa,” ujar wanita paruh baya yang enggan menyebutkan namanya.

Kue putu piring yang telah masak dibungkus menggunakan daun pisang. Dalam satu bungkusan terdapat dua kue putu yang kemudian perdua bungkusnya dijual Rp 5 ribu.

“Dua bungkus Rp 5 ribu, saya tinggal di sini (Tanjunguma, red),’ ujarnya.

Sementara, Asri pencari jajanan khas yang ada di bulan Ramadan mengaku tertarik dengan putu piring. Meski memiliki rasa yang biasa, baginya putu piring cukup mengobati rasa akan masa kanak-kanaknya.

“Rasanya hampir sama dengan kue putu biasa. Namun ada yang khas saja sama kue ini. Makanya saya bela-belain cari hingga Tanjunguma,” imbuh warga Batamcenter ini. (she)

Update