Jumat, 17 April 2026

Ratusan Orangtua Urus Surat Pindah

Berita Terkait

Suasana pengurusan surat pindah

batampos.co.id – Ratusan orangtua mengajukan surat pindah sekolah ke luar Batam di gedung Gurindam, Dinas Pendidikan Kota Batam, Senin (4/6). Antrean pengajuan ini sudah berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan Batam, Vadilifa mengatakan untuk pengajuan surat pindah ini ada dua. Pertama surat rekomendasi yakni surat yang dikeluarkan bagi siswa yang sudah menyelesaikan satu jenjang pendidikan di Batam dan melanjutkan ke daerah pilihan. Kedua pindah rayon atau kenaikan kelas.

“Rekomendasi ini tamat SD lanjut ke SMP,” kata Vadil.

Untuk mengajukan surat pindah ini, orangtua sebelumnya sudah mengantongi surat keterangan dari sekolah asal terlebih dahulu. Setelah itu baru dibawa ke dinas untuk diproses.

Ia menambahkan permohonan surat pindah ini akan dibuka hingga Jumat (7/6) nanti. Hari pertama ini, lanjutnya untuk surat pindah tamat sekolah atau rekomendasi mencapai 250 pemohon, sedangkan untuk pindah rayon mencapai 450 pemohon.

Vadil mengungkapkan, kondisi ekonomi membuat alasan orangtua memindahkan anaknya ke kampung halaman mereka. Tahun lalu sedikitnya 1.400 anak yang memutuskan pindah dari Batam untuk tingkat SD saja. “Kalau tak salah tahun lalu total sampe dua ribu lebih yang keluar dari Batam,” paparnya.

Jasman, salah satu orangtua murid yang mengajukan surat pindah rayon menuturkan mengajukan pindah ke kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat. Pria yang sehari-hari berjualan nasi padang ini memutuskan melanjutkan usahanya di kampung.

“Mau usaha di kampung saja, sudah lama juga di Batam,” kata pria yang sudah merantau di Batam sejak tahun 1999 ini.

Hal yang sama dituturkan Suryanto. Pria asal Magelang ini mengungkapkan harus pindah ke Kalimantan karena urusan pekerjaan. Dua anaknya yang masih duduk di bangku kelas dua dan empat SD harus pindah sekolah.

“Kebetulan dapat jobnya di sana (Kalimantan, red) jadi keluarga sekalian dibawa termasuk urusan sekolah anak-anak,” sebutnya.

Sebelumnya perpindahan penduduk juga terlihat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam. Ratusan warga terlihat mengurus dokumen kependudukan sebelum mudik lebaran.

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan gejolak perpindahan penduduk jelang mudik lebaran cukup signifikan. Bisa dilihat, saat ini antrian pegajuan surat pindah tidak pernah sepi.

“Karena mau pada mudik, jadi mereka urus dulu surat pindah,” sebutnya.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk dan Informasi, Disdukcapil Batam, Teddy Nuh mengatakan untuk permintaan surat pindah masih didominasi surat pindah datang atau masuk, bila dibandingkan yang keluar dari Batam.

Untuk jumlah pengajuan pindah masuk setiap hari rata-rata mencapai 110-120 pemohon, sedangkan surat pindah keluar 80-95 pemohon setiap harinya.

Teddy menjelaskan loket pendaftaran surat pindah ini merupakan salah satu pelayanan yang tidak pernah sepi. Berbagai alasan diutarakan saat pengajuan surat pindah ini.

“Yang keluar rata-rata karena kerjaan sudah habis di sini dan memilih kembali ke kampung halamannya,” jelas Teddy.(yui)

Update