
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas tahun ini diprediksi akan kembali terjadi lagi di Batam. Sebab siswa SMP se Batam yang lulus tahun ini sekitar 15 ribuan orang.
Sedangkan kuota untuk SMA dan SMK negeri sesuai petunjuk teknis Dinas Pendidikan Provinsi Kepri hanya 7.308 orang.
Ujungnya, SMA dan SMK negeri selalu menjadi buruan orangtua siswa.
Terbatasnya kuota calon siswa baru di SMA dan SMK negeri se Batam ini, tentunya akan menyebabkan membeludaknya PPDB di SMA dan SMK negeri di Batam.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Provinsi Kepri Arifin Nasir menuturkan telah mengantisipasi hal ini. “Kalau pendaftar melebihi kuota segera laporkan ke saya,” katanya, Selasa (26/6).
Ia mengatakan laporan dari kepala sekolah nantinya akan dipelajari oleh Dinas Pendidikan. Setelah itu, Dinas Pendidikan akan mengeluarkan kebijakan atas permasalahan tersebut.
“Kita lihat nanti (seberapa banyak membeludaknya, red). Apakah perlu penambahan lokal atau disarankan untuk masuk ke sekolah swasta,” ungkap Arifin.
Arifin mengungkapkan telah mewanti-wanti kepala sekolah agar tidak melanggar kuota yang telah ditetapkan di petunjuk teknis. Oleh sebab itu, Arifin meminta kepala sekolah selalu melaporkan setiap perkembangan terbaru dari PPDB.
Pendaftaran PPDB ini, kata Arifin dimulai dari 28 Juni hingga 6 Juli. Calon siswa dapat mendaftar melalui situs https://ppdb.kepriprov.go.id.
“Kalau sekolahnya belum memiliki jaringan, bisa melalui cara offline (manual),” ucapnya.
Sistim penerimaan siswa yang diterapkan, tetap menggunakan zonasi sekolah. Arifin mengungkapkan sistim zona ini telah dijelaskan ke sekolah-sekolah terkait.
“Kebijakan terkait PPDB, zonasi, sudah jauh-jauh hari kami sosialisasikan,” ujarnya.
Berdasarkan Petunjuk Teknis Dinas Pendidikan Kepri bernomor 421/491/DISDIK/KTPS/2018, sebagian isinya mengatur kuota siswa Sekolah Menengah Atas Negeri se Batam.
Untuk SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 16 memiliki 7 ruang kelas dengan daya tampung 252 orang. SMAN 2, SMAN 10, SMAN 20, SMAN 21 dan SMAN 24 memiliki 4 ruang kelas daya tampung 144 siswa. SMAN 3 terdapat 8 ruang kelas dengan daya tampung maksimal 288 kelas. SMAN 4 dan SMAN 17 mempunyai 9 ruang kelas dengan daya tampung 324 siswa. SMAN 6, SMAN 7, SMAN 9, dan SMAN 22 terdapat 1 ruang kelas dengan daya tampung 36 siswa.
SMAN 8 memiliki 9 ruang kelas dengan daya tampung 324 siswa. SMAN 11 dan SMAN 13 ada dua kelas dengan daya tampung 72 siswa. SMAN 12, SMAN 14, SMAN 15, SMAN 18, SMAN 19 memiliki 6 ruang kelas dengan daya tampung 216 siswa. SMAN 23 memiliki 3 ruang kelas dengan daya tampung 108 siswa.
Sementara itu untuk SMKN 1 memiliki 17 ruang kelas dengan daya tampung 612 orang. SMKN 2 dan SMKN 3 memiliki 12 ruang kelas dengan daya tampung maksimal 432 orang. SMKN 4 memiliki 10 ruang kelas dengan daya tampung 360 siswa. SMKN 5 memiliki 14 ruang kelas dengan daya tampung maksimal 504 siswa. SMKN 6 memiliki 8 ruang kelas dengan daya tampung 288 siswa, SMKN 7 memiliki 7 ruang kelas dengan daya tampung 252 siswa. SMKN 8 memiliki 6 ruang kelas dengan daya tampung 216 siswa.
Terkait penerimaan calon siswa baru ini, Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Batam Midianto membenarkan pihaknya akan memulai pendaftaran 28 Juni.
“Kalau kami di SMA tidak ada tesnya. SMK yang ada tesnya,” ucapnya singkat. (ska)
