batampos.co.id – Anggota DPD RI Haripinto menyayangkan masih tingginya angka kemiskinan di Kepri. Menurutnya, kemiskinan ini karena tidak adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat ke Kepri. Untuk mengatasi ini, menurutnya, impor khusus bahan pokok, terutama beras harus diberikan ke Kepri.
”Akar permasalahan kemiskinan adalah tingginya harga sembako (bahan pokok) disamping tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Makanya, saya minta impor khusus ke Kepri harus ada. Kenapa di daerah lain seperti Kalimantan bisa, kok di Kepri ini tidak bisa,” kata Haripinto di Batam Center, Batam, Selasa (24/7).
Haripinto mengatakan, sebagai daerah yang bukan penghasil pangan, pemerintah harusnya memberikan perhatian khusus ke Kepri. ”Jadi kita ini jangan hanya berharap kepada barang yang dari Jakarta. Yang menurut saya justru lebih mahal daripada mendatangkannya dari luar langsung ke Batam,” tambahnya.
Ia berharap, peran serta dari semua pihak mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, unsur masyarakat terutama pemerintah daerah. Dengan bersatu meminta impor khusus ini, maka ada kemungkinan pemerintah pusat akan memberi perhatian.
”Jadi jujur saja, ini akan terus saya perjuangkan ke pusat. Kita semua harus kompak meminta ke pusat,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus berperan aktif untuk terus meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD). Dimana, semakin tinggi PAD maka pembangunan yang langsung berdampak kepada masyarakat juga bisa berkesinambungan.
”Banyak peraturan dan birokrasi yang harus terus diperbaiki. Misalnya, Perka (Peraturan Kepala) BP Batam terkait parkir kapal, dan juga tarif kontainer. Ini semua harus kita bereskan,” katanya.
Menurut Haripinto, saat ini dengan kondisi perekonomian yang sulit, maka masyarakat jangan lagi dipersulit dengan birokrasi yang berbelit. Termasuk, harus diringankan dengan harga-harga bahan pokok yang terjangkau.
”Tapi lihat saat ini. Harga beras sangat mahal. Ini sangat memberatkan kita semua. Bukan hanya masyarakat miskin saja. Masyarakat menengah saja sangat diberatkan,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba. Menurutnya, harga bahan pokok saat ini sangat memberatkan warga. Ia berharap, pemerintah melakukan kontrol harga di pasar-pasar.
”Dengan situasi ekonomi seperti sekarang ini, maka sangat sulit kalau sembako juga mahal. Jadi saya minta pemerintah untuk bisa mengatasi ini,” katanya. (ian)
