Jumat, 1 Mei 2026

SBY: Biar Prabowo Pilih Cawapres

Berita Terkait

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengisyaratkan dukungannya untuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang. Bahkan dia memberi penegasan, ketika dukungan diberikan untuk menjadi capres, soal cawapres diserahkan sepenuhnya ke Prabowo.

“Kalau Pak Prabowo yang kita dukung sebagai capres, beliau yang menentukan,” kata SBY usai bertemu Ketum PAN Zulkifli Hasan di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7) malam.

Menurut SBY, saat bertemu dengan Prabowo dan sejumlah pentolan Gerindra pada Selasa (24/7) maam lalu, dia tak menawarkan kader Demokrat untuk menjadi cawapres Prabowo.

“Saya juga tidak menawarkan menyarankan kader Demokrat sebagai cawapres beilau, tidak. Silakan cek ke Pak Prabowo, kalau kita cocok berjodoh dan ditakdirkan Allah untuk berkoalisi Pak Prabowo-lah sebagai capres yang menyampaikan kepada kami siapa cawapres yang dipilih,” tegas dia.

SBY lalu berbagi pengalamannya saat dahulu memilih cawapres. Pada 2004 dia memiih JK, kemudian pada 2009, dia memilih Boediono.

“Sepenuhnya pilihan saya,” tutur dia.

Begitu juga saat bertemu Zulikifli Hasan, dia sepakat tak merecoki Prabowo soal urusan cawapres.

“Toh nanti ada pertemuan yang lebih resmi, sehingga kita bisa tukar menukar pikiran,” kata dia.

SBY kemudian mengungkap alasan partainya kini lebih cenderung mendukung Prabowo Subianto, bukan Joko Widodo (Jokowi). Menurut SBY, pihaknya tidak begitu saja menutup pintu dengan Jokowi untuk berkoalisi dengan Prabowo. Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi sikap tersebut.

“Jadi tidak begitu saja tutup buku dengan Pak Jokowi dan buka buku dengan Pak Prabowo. Saya harus katakan nampaknya ada hambatan dari Demokrat untuk ada di dalam koalisi,” ujar SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/7/18). Pertemuan antara SBY dengan Zulhas bertujuan untuk membahas rencana koalisi di Pilpres 2019. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

SBY mengaku merasakan benar ketulusan Jokowi untuk mengajak masuk ke dalam koalisi. Namun, ada hal-hal yang membuat Demokrat sulit masuk ke koalisi Jokowi.

Sinyal ini ditangkap SBY usai pertemuan Jokowi dan enam ketum partai pendukung pemerintah di Istana Bogor, Senin (23/7) lalu. “Kalau rekan-rekan wartawan jeli, mendengarkan pernyataan pimpinan partai di Bogor, bunyinya kurang lebih seperti ini: kalau parpol di sana gagal maksudnya membangun koalisi dan ingin gabung ke Pak Jokowi, harus disepakati semua partai di koalisi,” ujar Presiden keenam RI ini.

“Saya orang tua, saya mengerti maksudnya. Memang tidak mudah berada di dalam,” lanjut dia.

Maka, meski menghormati segala upaya yang dilakukan oleh Jokowi, namun SBY melihat kans terbentuknya koalisi sudah tidak mungkin.

“Oleh karena itu, tanpa meninggalkan luka apa pun, saya dengan Pak Jokowi, saya menghormati beliau, tetapi barangkali jalan itu tidak terbuka dengan baik dan kami mengerti,” tutup dia.

Sehingga, SBY menjelaskan dalam waktu tiga pekan ke depan, Demokrat akan menentukan jalan koalisi lain. “Sebab UU tidak memungkinkan, kalau sekarang tidak mengusung, kami 2024 tidak bisa mengusung capres-cawapres,” ujarnya.

Sementara Ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, dalam pertemuan dengan SBY tadi malam tidak membahas soal koalisi jelang Pilpres 2019. “Kami membahas situasi kekinian tentang negeri tercinta, Indonesia mau dibawa ke mana ini. Soal politik kebangsaan,” tutur Zulkifli. (JPG)

Update