batampos.co.id – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian Kabupaten Bintan menerjunkan Tim Kesehatan Hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban. Semua hewan kurban harus dinyatakan laik dan sehat sebelum disembelih.
”Saat ini, tim intens menyisir ke sentra-sentra peternakan hewan untuk mengecek dan memeriksa hewan kurban,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono, Rabu (25/7).
Disebutkannya, hingga 20 Juli 2018, sudah enam kecamatan yang telah ditelusuri, yakni Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Telok Sebong, Kecamatan Toapaya, Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Gunung Kijang.
Sedangkan sisa empat kecamatan lainnya sedang dalam tahap pengumpulan data, yaitu Kecamatan Bintan Pesisir, Kecamatan Mantang, Kecamatan Tambelan dan Kecamatan Sri Kuala Lobam.
Ditegaskannya, pengawasan kesehatan hewan kurban difokuskan pada pemberantasan penyakit parasiter atau cacingan, penyakit BVD (bovine viral dearhea) dan antisipasi jembrana pada hewan ternak sapi Bali. Jika nanti Tim Kesehatan Hewan menemukan sapi yang tidak layak dan tidak sehat untuk kurban, maka tidak akan diberikan surat keterangan layak dan sehat.
”Jika ditemukan sakit diare dan parasit, maka tidak boleh untuk hewan kurban,” jelasnya sembari mengimbau kepada panitia pelaksana hewan kurban agar menyembelih hewan kurban yang sehat, layak, cukup umur dan jantan.
Sementara Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bintan drh Iwan Beri Prima mengimbau kepada peternak dan panitia pelaksana hewan kurban di setiap masjid agar mengusahakan tidak memotong hewan sapi dan kambing betina produktif untuk kurban.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada panitia pelaksana hewan kurban sebaiknya menyembelih hewan kurban yang cukup usia. Jika hewan kurban sapi, maka usia layak minimal 2 tahun, sedangkan hewan kurban kambing minimal usia 1 tahun.
Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi menuturkan, stok hewan kurban per 20 Juli 2018 di Kabupaten Bintan yang telah dilakukan pelayanan kesehatan hewan di 6 kecamatan berjumlah 440 ekor sapi. Sedangkan kebutuhan hewan kurban sapi di Kabupaten Bintan tahun lalu berkisar 243 ekor sapi.
”Stok jumlah kebutuhan daging sapi masih level aman. Biasanya kebutuhan akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha. Tapi melihat kondisi, tidak akan ada kendala, karena suplai hewan kurban sudah tercukupi,” ujarnya.(met)
