
batampos.co.id – Papan dan kertas reklame berisikan iklan promosi dari berbagai jenis usaha marak dipaku pada pohon penghijauan di sepanjang jalan R Suprapto, Batuaji. Semakin hari semakin banyak paku yang menancap di batang pohon penghijau yang ada.
Kondisi ini disayangkan masyarakat pengguna jalan sebab maraknya papan reklame yang dipaku pada batang pohon penghijau itu tidak saja merusak estetika kota namun juga mematikan pohon.
Warga berharap agar instansi pemerintah terkait segera ambil tindakan dengan memberi sanksi kepada siapa saja yang memasang papan reklame pada pohon penghijau yang ada. “Jadi romol pemandangan jalan. Kasian pohonnya jadi kerdil karena karatan paku yang ditancapkan itu. Sudah banyak pohon yang mati karena dipaku seperti itu,” ujar Liberti, warga Perumnas Sagulung yang prihatin dengan kondisi pepohon di simpang perumahannya itu, kemarin.
Pantauan Batam Pos di lapangan, nyaris tak ada pohon penghijau di sepanjang jalan R Suprapto yang luput dari tempelan papan ataupun kertas reklame. Dalam satu pohon paling sedikit dua papan reklame yang melekat. Papan reklame itu direkatkan ke pohon dengan cara dipaku. Ada untuk iklan usaha seperti toko atau perusahaan, ada iklan untuk sekolah atau lembaga pendidikan sejenis untuk menerima siswa atau peserta baru ada juga iklan pemberitahuan suatu kegiatan yang bersifat terbuka dan bahkan iklan ucapan dari tokoh-tokoh politik dan publik figure lainnya.
Beberapa pohon penghijau yang banyak tertancap paku papan iklan tadi bahkan ada yang sudah mengering dan mati. Seperti yang terlihat di pinggir jalan depan perumahan Puskopkar Batuaji. Beberap pohon lain jadi kerdil dan tak bisa berkembang karena karatan paku yang tancap pada batang pohon.
Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi mengaku akan segera ambil tindakan. “Saya bicarakan dengan kasi Trantib (Satpol PP Kecamatan. Besok kami turunkan itu. Kami juga akan coba telusuri siapa pemilik papan reklame itu,” ujar Reza.
(eja)
