
foto: cecep mulyana / batampos
batampos.co.id – Sebanyak 447 Jamaah Calon Haji (JCH) dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi di Asrama Haji, Batam, Kamis (26/7). Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) tujuh yang seluruhnya berisi warga dari kota Pekanbaru.
Ayat berpesan kepada JCH untuk senantiasa menjaga niat. Sebab, dengan niat yang ikhlas akan memudahkan jamaah untuk melaksanakan ibadah di tanah suci.
“Kepada jamaah saya ingatkan agar manfaatkan waktu dengan sebaik-baik mungkin untuk beribadah di tanah suci. Karena dengan banyak beribadah insya Allah akan mendapat haji yang mabrur, dan balasannya tiada lain adalah surga,” ungkap Ayat.
Selain itu Ia juga berpesan agar jamaah tetap mengutamakan kesehatan, kekompakan dan persatuan.
“Jangan terlalu memaksakan tenaga, karena di Madinah bapak ibu belum berhaji. Untuk itu aturlah waktu dengan sebaik mungkin antara beribadah dengan beristirahat.
“Insya Allah kembali dari tanah suci sama-sama kita membangun Kota Pekanbaru menuju arah perubahan yang lebih baik,” tutur Ayat.
Kepala Bidang Pemberangkatan Jamaah PPIH Embarkasi Batam, H. Erizal Abdullah mengatakan, pelepasan JCH kloter tujuh yang terbang menuju Madinah diberangkatkan sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz International Airport pukul 13:50 WAS, Kamis (26/7). Pesawat dengan nomor penerbangan SV5421 ini mengangkut 185 orang laki-laki dan 262 orang perempuan.
“Sampai dengan saat ini jumlah JCH yang ada di tanah suci sebanyak 6 Kloterdengan jumlah 2.683 orang jamaah,” tuturnya.
Sementara itu, JCH tertua dalam kloter ini adalah Karsimun Karsorejo Kasiyem berusia 80 tahun berasal dari Kota Pekanbaru. Sedangkan JCH termuda, Muhammad Al Amin berusia 25 Tahun berasal dari Kota Pekanbaru. Berdasarkan Hasil Qur’ah Maktab Tahun 1439 H/ 2018 M, selama berada di Makkah JCH kloter tujuh ini akan menempati Rumah di wilayah Syisyah Maktab 06 Sektor 01 Nomor Rumah 120.
“Untuk jamaah yang ditunda ada Sri Kurniawati Syaifullah karena sakit di embarkasi. Sementara Syafniyati dan Bukhari Jalin ditunda karena merupakan pendaping dari Sri Kurniawati. Jadi untuk kloter tujuh ini ada tiga orang jamaah yang ditunda,” papar Erizal. (rng)
