
batampos.co.id – Penggunaan kartu Pas elektronik (e-Pass ) pelabuhan untuk warga yang masuk ke dalam Pelabuhan Sri Bintan Pura dikeluhkan masyarakat karena dinilai terlalu mahal. Khususnya warga yang melakukan satu kali perjalanan.
Atas keluhan masyarakat tersebut, DPRD Kota Tanjungpinang berencana memanggil Pelindo selaku pengelola pelabuhan untuk mencari solusi terbaik. ”Senin (30/7) nanti kita rapat dengan mereka mencari solusi terbaik,” kata Wakil Ketua 1 DPRD Tanjungpinang, Ade Angga, belum lama ini.
Alternatif solusinya, antara lain menggunakan sistem sekali bayar dan tidak menggunakan kartu, melainkan kertas, sehingga tidak perlu membeli kartu seharga Rp 20 ribu. Bisa juga membayar saldo senilai Rp 10 ribu dan dapat mengembalikan kartu e-Pass setibanya di pelabuhan tujuan.
”Karena keluhan juga di-sampaikan para penumpang yang hanya transit melalui SBP. Jadi, hanya sekali jalan, tapi harus memiliki kartu,” ujar Angga lagi.
Munculnya solusi lain dalam rapat dengar pendapat awal pekan, juga tidak menutup kemungkinan. Sepanjang, kenyamanan penumpang dan juga pengantar tidak terganggu dengan sistem baru tersebut. “Intinya kita duduk bersama untuk mencari win-win solution,” pungkas Angga.(aya)
