
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Tahun 2019 mendatang, pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) merencanakan pembangunan tiga twin blok rumah susun di Komplek Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Mukakuning 2 di Belakang Kawasan Industri Batamindo.
“Tiga twin blok tersebut, akan tersedia 270 Sarusun (satuan rumah susun/unit),” terang Pelaksana Teknis (Plt) Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi, Minggu (29/7).
Sembari menunggu realisasi penambahan rusun tersebut, pihaknya tahun ini melakukan pengerasan akses menuju rumah susun yang kini sudah berdiri tiga twin blok terdahulu tersebut. Ini dilakukan karena setiap hari hujan, warga mengeluhkan jalan becek dan licin. Sejatinya, akses terdekat yakni lewat Batamindo namun belum ada kesepakatan antara kawasan dan pemerintah soal kerjasama akses tersebut.
“Untuk itu (akses lewati Batamindo) terus kami koordinasikan, kalau ada yang mereka bisa bantu, kami akan terus komunikasikan,” kata dia.
Ia mengatakan, penambahan rusun merupakan salah satu program yang dilakukan dalam upaya mengurai rumah liar (ruli) di Batam. Seiring usaha tersebut, pihaknya berharap wrag semakin sadar untuk pindah dari ruli ke tempat tinggal yang disiapkan pemerintah yang lebih layak. “Salah satu upya mengurangi ruli, melalui program pemerintah, macam penambahan rusun ini,” sebut dia.
Data Disperkimtan, di Batam ada 78 twin blok rusun. Tetapi yang dikelola Pemko sekitar 30 twin blok dengan 2.778 sarusun yang khusus ditempati warga yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan rendah, dari jumlah tersebut sudah terisi 2.157 sarusun, kosong sebanyak 322 dan sedang dalam perbaikan sebanyak 299 sarusun. Sementara rusun lain dikelola BP Batam dan Jamsostek yang diperuntukkan bagi pekerja atau lajang.
“Jika jumlah secara umum (Rusun Pemko, BP Batam dan Jamsostek) kami tak tahu. Yang dikelola pemko ada yang kosong karena penghuninya pulang kampung karean kondisi ekonomi sekarang yang lesu, banyak di daerah Tanjunguncang,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, data ruli di Batam sebanyak 33.395 unit. Dari data tersebut dapat dirinci jumlah ruli yang telah dimiliki data lengkapnya seperti alamat dan lain-lain sebanyak 21.841, sementara sisanya 11.554 belum lengkap.
“Ini hasil inventarisasi di kelurahan se Batam. Verifikasi sedang berjalan juga, baru dua keluarahan di Kampung Pelita dan Batu Selicin,” ucap dia.
Berdasar dua data tersebut, ketersedian rusun sedikit dibanding jumlah ruli di Batam. Tentu tidak bisa menampung semua warga ruli yang ada. Soal ini, Ia mengatakan, terus berkoordinasid engan pemerintah pusat agar memprogramkan sebanyak mungkin rusun di Batam.
“Ada juga program pemerintah melalui APBN yakni bantuan stimulan rumah swadaya, tetapi syaratnya harus punya lahan dengan legalitas yang jelas. Tahun ini ada 4 twin blok juga rusun khusus, seperti untuk pekerja imigrasi, rusun mahasiswa dan lain,” kata dia. (iza)
