Jumat, 1 Mei 2026

Batam Dalam Kondisi Darurat Narkoba

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengungkapkan kebutuhan narkotika jenis sabu sebanyak 40 kilogram sebulan. Di hitung-hitung pecandu di Kepri menghabiskan uang sekitar Rp 40 miliar untuk membeli barang haram ini, dengan asumsi 1 gram sabu seharga Rp 1 juta.

Hitung-hitungan kebutuhan sabu ini, berdasarkan jumlah prevalensi pecandu narkoba di Kepri sebanyak 26.500 orang. “Itu hasil penelitian tahun 2017,” kata Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan, Rabu (2/8).

Ia mengatakan pengguna narkoba dibagi dalam tiga kategori yakni coba pakai, teratur dan pecandu. Untuk kategori pengguna teratur dan pencandu, dalam sebulan membutuhkan 2 gram hingga lebih. Dan bila diasumsikan dari 26ribu pengguna, sebanyak 20ribu orang masuk kategori teratur dan pencandu. “Sebanyak 40ribu gram sabu digunakan selama sebulan. Dan angka itu bisa lebih, atau kurang,” tuturnya.

Pengguna narkoba di Kepri dimulai dari umur 15 tahun hingga 59 tahun. “Jadi sudah tidak orang dewasa saja yang diserangnya. Namun remaja-remaja sudah mulai dirusak narkoba ini,” ungkapnya.

Apakah tahun ini jumlah pengguna narkoba di Kepri naik? Richard menuturkan belum bisa menyimpulkan naik atau turunnya jumlah pengguna. Walau pengungkapkan kasus sabu hingga pertengahan tahun ini, baik Polda maupun BNNP Kepri mengamankan ratusan kilogram sabu. “Kami tidak bisa bilang tingginya pengungkapan kasus sabu, jumlah pengguna turun. Jadi belum bisa kami simpulkan naik atau tidak pengguna narkoba,” tuturnya.

Melihat kondisi terkini saat ini, Richard mengatakan Batam masuk dalam kondisi darurat narkoba. Pintu-pintu masuk Kota Batam yang legal, tahun ini makin sering diserbu penyelundup sabu. “Tak hanya pintu masuk, tapi pintu keluar. Batam ini bisa dibilang posisinya tidak hanya sebagai daerah transit narkoba saja, tapi juga sebagai pasar,” tuturnya.

Oleh karen itu, penanganan narkoba tidak hanya bisa diserahkan sepenuhnya kepada BNNP atau Polda Kepri. Karena kalau hanya penindakan saja, tanpa pencegahan. Narkoba akan tetap beredar di kalangan masyarakat.

“Karena mereka akan berusaha memasukan barang, kalau pasarnya besar. Karena itu, marilah. Saya ajak seluruh lapisan masyarakat memberantas peredaran narkoba dan mengabarkan bahaya narkoba ini ke lingkunganya,” ungkapnya.

Richard mengatakan jika jumlah pecandu di Batam atau Kepri turun. Tentunya, bandar-bandar sabu tidak akan lagi memasukan narkoba. “Kalau pasarnya sudah kita habisi, mereka mau jual ke siapa,” ucapnya. (ska)

Update