
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Korban kebakaran Rumah Liar (ruli) Beverly bingung karena tidak mendapat kepastian kaveling yang dijanjikan pemerintah.
Hingga kini sebagian ada yang bertahan di tempat relokasi sementara di Ruko Alladin Belian Batamkota, ada yang memilih tinggal di tempat keluarga dan tidak sedikit yang memilih membangun kembali riuli di lokasi eks kebakaran.
“Katanya ada kaveling, tapi sampai sekarang belum ada informasinya. Tolong, jangan begitu sama rakyat kecil, kasihlah kami kepastian,” kata seorang korban Jurneli di Ruko Alladin, Jumat (24/8) siang.
Sembari mengantri mendapatkan air untuk keperluan mencuci, Jurneli bercerita soal ketidakpastian dari pemerintah ini membuat mereka seolah tidak terlalu diperhatikan. Hidup mereka terkatung-katung. Di lima ruko yang sediakan pihak ketiga itu, setiap korban harus tidur tanpa sekat, terlihat tumpukan barang sebagai penanda ‘lapak’.
Toilet umum dari pemerintah juga sudah ditarik, mereka harus bergantian menggunakan toilet ruko.
“Kami ini minta kepastian kaveling saja, gimana sikapnya pemerintah,” kata korban lain Baiduri, menyela.
“Air juga jarang hidup, ini baru hidup tadi pagi mati,” ucap yang lainnya, Tati.
Sementara itu warga lain Bonari mengatakan dari total pengungsi 93 orang di ruko tersebut kini hanya tersisa 22 Kepala Keluarga (KK). Mereka memilih bertahan hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah, yakni 3 bulan pasca kebakaran pertengahan Juli lalu. Jika tidak ada kepastian, para warga tak ada pilihan lain selain kemabli lokasi kebakarand an mebangun rumah di sana.
“Habiskan 3 bulan itu dulu, kalau tak jelas terpaksa balik lagi. Kami butuh kejelasan soal lahan supaya tidak terkatung-katung lagi,” ucap dia.
Ia menyampaikan, selama mereka di pengungsian belum pernah dikunjungi oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi maupun Kepala BP Batam Likita Dinarsyah Tuwo.
“Paling yang datang dari lurah,” kata dia.
Selain bertahan di pengungsian, tidak sedikit juga yang kini sudah membangun rumah di lokasi kebakaran. Perwakilan warga Suhartono yang ditemui di Ruli Beverly menyebutkan kini sudah ada 25 KK yang mendirikan kembali rumahnya.
“Udah nambah lagi, pasti banyak yang pindah nanti ke sini,” ucap dia merujuk pada data sepekan lalu yang medirikan rumah baru sebanyak 20 KK.
Tidak hanya itu, para warag juga ke Polsek Batam Kota guna mempertanyakan titik terang cikal bakal kebakaran tersebut.
“Kami sudah pergi ke sana, sampai sekarang tak jelas apa sebab kebakaran ini, pemilik rumah yang asal api itu juga orangnya juga entah kemana,” pungkasnya. (iza)
