batampos.co.id – Kecelakaan kerja di perusahaan galangan kapal kembali terjadi. Suranto, 50, warga ruli depan perumahan PGRI, Kelurahan Seilangkai, Sagulung meninggal tertimpa pipa besi saat mengerjakan tongkang di PT LSS, Sabtu (29/9) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dia sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji namun nyawanya tak tertolong.
“Sudah meninggal saat tiba di IGD (RSUD). Tiba di sini sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar dokter forensik RSUD dr Agung, Minggu (30/9).
Informasi yang didapat, kecelakaan kerja itu terjadi saat korban sedang las tongkang bagian atas. Peristiwa naas itu tidak diketahui secara pasti sebab tidak ada yang melihat. Rekan-rekan kerjanya yang lain baru sadar saat mendengar suara pipa yang jatuh diatas badan tongkang.
“Tak ada yang tahu bagaimana pipa itu jatuh. Dengan bunyi besi jatuh saat tengok ke atas dia sudah tergeletak dibawa pipa,” ujar sumber pekerja di lapangan.
Senada diakui oleh Paulus Poka pengawas pekerjaan yang mengaku, baru tahu ada kecelakaan kerja saat melihat banyak karyawan sudah kerumun di lokasi kejadian.
“Saya mendengar suara karyawan meminta tolong di bagian atas kapal tongkang kemudian saya naik dan mendapati korban sudah luka,” ujarnya seperti yang disampaikan ke pihak kepolisian.
Melihat itu Paulus dan sejumlah pekerja lainnya langsung membawa korban ke RSUD. “Tapi tak selamat dia,” ujarnya.
Pihak PT LLS melalui petugas keamanan di gerbang masuk membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja itu. Namun demikian mereka enggan memberikan komentar sebab kejadian itu sudah ditangani pihak ke polisian Sagulung.
“Iya ada, tapi sudah ditangani Polsek. Ke Polsek saja lebih lanjutnya,” ujar seorang petugas keamanan yang tak mau namanya disebutkan di gerbang masuk PT LLS.
Kapolsek Sagulung AKP Yudha Surya Wardana membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menewaskan Suranto itu. Korban meninggal karena tertimpa pipa besi saat bekerja sebagai welder (tukang las) di PT LLS.
“Iya satu orang meninggal. Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga dan kasusnya sedang kami dalami,” ujar Yudha.(eja)
